Kelahiran Kurniawan Dwi Yulianto 13 Juli 1976, Legenda Timnas Indonesia yang Inspiratif

Pria kelahiran Magelang ini dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Kelahiran Kurniawan Dwi Yulianto 13 Juli 1976, Legenda Timnas Indonesia yang Inspiratif
Kelahiran Kurniawan Dwi Yulianto 13 Juli 1976, Legenda Timnas Indonesia yang Inspiratif (Merdeka.com)

Pria kelahiran Magelang ini dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Biasa bermain sebagai striker, Kurniawan adalah salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang pernah bermain di Eropa.



Pada awal kariernya dia sempat bermain di tim remaja Sampdoria sebelum kemudian pindah ke FC Luzern di Swiss.

Pada hari ini,  13 Juli  pada tahun 1976 lalu Kurniawan Dwi Yulianto dilahirkan di Magelang. Lebih jelasnya, berikut profil singkat Kurniawan Dwi Yulianto:

Pemain yang akrab dipanggil "Ade" dan juga sering dijuluki "Kurus" karena posturnya yang kecil ini lalu kembali ke Indonesia dan bermain di Liga Indonesia dan bermain dengan beberapa tim: PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, PS Pelita Bakrie, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta , Persitara Jakarta Utara, Persela Lamongan,hingga PSMS Medan.

Antara Desember 2005 hingga Mei 2006, Kurniawan memperkuat Sarawak FC di Malaysia.

Karier Kurniawan pernah melorot akibat masalah di luar lapangan pada sekitar akhir 1990-an, namun dia kemudian bangkit dan kembali memperoleh karier sepak bola yang sukses.

Kurniawan  menjadi salah satu pemain dengan penampilan terbanyak dalam timnas sepak bola Indonesia (60 penampilan) dan juga pencetak gol terbanyak kedua dalam timnas (33 gol) setelah Bambang Pamungkas (34 gol).

Meski popularitasnya berasal dari prestasinya di Eropa dan Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto paling produktif ketika bermain di Malaysia untuk Sarawak FA pada musim 2005-206 dengan 29 gol dalam 31 penampilan.

Ketika dia bergabung, Sarawak bermain di Liga Premier Malaysia, divisi kedua sepak bola Malaysia. Gol-golnya membantu klub tersebut meraih promosi dan berkompetisi di Liga Super Malaysia 2006.

Sepanjang kariernya di dunia sepak bola, saat itu Kurniawan menjadi pilihan utama untuk tim nasional Indonesia baik di tingkat muda maupun senior dari tahun 1993 hingga 2005.

Dengan 33 gol dalam 59 penampilan untuk tim senior, Kurniawan telah mengumpulkan lebih banyak caps dan gol daripada pemain Indonesia lainnya, kecuali Bambang Pamungkas yang juga bermain di Malaysia ketika Kurniawan berada di sana. Tiga gol pertamanya dicetak melawan Kamboja dalam kemenangan 10-0 di SEA Games 1995 di Thailand.

Pada tahun 2013, Kurniawan pensiun menjadi pemain sepak bola.

Tahun 2018, legenda timnas Indonesia ini sempat dipanggil di kursi kepelatihan Timnas Indonesia sebagai asisten pelatih. Setahun sesudahnya, ia juga menukangi Timnas Indonesia U-23 sebagai asisten pelatih. 

Kemudian pada tahun 2021, ia mendapatkan tawaran untuk menjadi pelatih utama di salah satu tim Malaysia yaitu Sabah FC dan meneken kontrak selama satu musim.

Tahun 2022 namanya santer dibicarakan jagat media yang rumornya akan menjadi asisten pelatih Como 1907.

Sampai saat ini Ade masih menjadi asisten pelatih di Como 1907 yang juga dimiliki oleh Hartono Bersaudara.

Sepanjang kariernya di dunia sepak bola, baik menjadi pemain maupun pelatih, Kurniawan telah memberi kontribusi besar bagi Indonesia.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Sampai saat ini, pria kelahiran Magelang ini tetap menjadi inspirasi bagi para pemain sepak bola muda Indonesia.

Rekomendasi