Heboh Hasil Radiologi Pasien Diduga Terpapar H2S, Ini Klarifikasi RSUD Panyabungan
Merdeka.com - Baru-baru ini, warga dihebohkan dengan beredarnya hasil pemeriksaan radiologi pasien RSUD Panyabungan yang diduga terpapar zat H2S.
Dalam surat hasil pemeriksaan radiologi yang beredar di media sosial itu, tertulis keterangan klinis 'Intoksikasi Zat H2S'. Hasil pemeriksaan radiologi tersebut merupakan milik pasien bernama Parwis, warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Hal ini menuai kekhawatiran warga, pasalnya pasien Parwis sehari-harinya bekerja di dekat wilayah PLTP PT Sorik Marapi Geothermal Power. Ia masuk ke RSUD Panyabungan pada hari Minggu (16/5) dan diindikasikan terpapar gas H2S.
Terkait hal ini, Kepala Unit Radiologi RSUD Panyabungan, dr Zulhajji Hamonangan Sp Rad memberikan klarifikasi.
Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.
Bukan Hasil Pemeriksaan Akhir
Zulhajji mengatakan, hasil pemeriksaan yang beredar itu merupakan catatan yang dikirimkan dokter pengirim untuk ditindaklanjuti di unit radiologi. Jadi bukan merupakan hasil pemeriksaan akhir.
"Dapat kami jelaskan format surat keterangan hasil pemeriksaan radiologi memang seperti itu, ada identitas pasien, dokter pengirim, dan keterangan klinisnya. Dan yang kita tuliskan di surat yang beredar itu keterangan klinis itu bukan kesimpulan, melainkan catatan dari dokter sebelumnya untuk kami tindaklanjuti pemeriksaan di radiologi. Artinya, catatan klinis itu diartikan sebagai kecurigaan atau sangkaan penyakit yang dialami pasien, bukan kesimpulan hasil pemeriksaan," ujarnya.
Bukan Terpapar H2S
Zulhajji melanjutkan, dari pemeriksaan radiologi juga sudah disimpulkan bahwa pasien Parwis mengidap Pneumonia Bilateral dan Kardiomegali, bukan intoksikasi gas H2S. "Kesimpulannya adalah Pneumonia Bilateral dan Kardiomegali, di situ jelas kesimpulannya kami buat. Itu kesimpulan hasil pemeriksaan radiologi. Tidak ada kesimpulan intoksikasi gas H2S," jelas Zulhajji.Ia pun meminta agar masyarakat yang kurang memahami hasil pemeriksaan yang dikeluarkan, untuk menghubungi pihak rumah sakit. Ia berharap masyarakat tidak menyalahartikan dan menyimpulkan sendiri hasil pemeriksaan medis.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya