Hanya Diwariskan ke Satu Garis Keturunan, Ini Fakta Songket Pandai Sikek dari Sumatra Barat

Ada satu aturan atau sumpah yang harus dipatuhi oleh masyarakat yaitu kepandaian bertenun hanya boleh diwariskan kepada anak cucu.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Hanya Diwariskan ke Satu Garis Keturunan, Ini Fakta Songket Pandai Sikek dari Sumatra Barat
Hanya Diwariskan ke Satu Garis Keturunan, Ini Fakta Songket Pandai Sikek dari Sumatra Barat (Merdeka.com)

Ada satu aturan atau sumpah yang harus dipatuhi oleh masyarakat yaitu kepandaian bertenun hanya boleh diwariskan kepada anak cucu yang berasal dari rumah gadang.

Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing dengan kain songket. Saat ini ada banyak produk busana hingga peralatan ibadah umat muslim yang menggunakan kain songket ini.

Melansir dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, songket Pandai Sikek ini menjadi sentra utama kain tenun khas Minangkabau.

Hingga saat ini eksistensi kain tenun ini masih terus lestari dan mayoritas masyarakatnya pun banyak yang membuat kain ini.

Keahlian wanita di Pandai Sikek dalam menenun songket ini pada umumnya diwariskan secara turun-temurun dalam sebuah keluarga. Biasanya mereka sudah mendapat ilmu menenun sejak usia tujuh sampai delapan tahun.

Proses pewarisan ilmu menenun di Pandai Sikek ini hanya berdasarkan satu garis keturunan saja, seperti pewarisan dari nenek kepada cucunya dan seterusnya.

Dalam setiap proses pewarisan, ada satu aturan atau sumpah yang harus dipatuhi oleh masyarakat yaitu kepandaian bertenun hanya boleh diwariskan kepada anak cucu yang berasal dari rumah gadang. Apabila sumpah tersebut dilanggar maka hidup mereka akan sengsara selamanya.

Pembuatan tenun songket dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penenunan kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos.

Caranya benang-benang yang akan dijadikan kain dasar (ditenun) dihubungkan ke paso (alat penggulung kain yang telah ditenun akan tetapi belum dipotong dari benang pembuat dasar kain).

Posisi benang yang membujur ini oleh masyarakat Pandai Sikek disebut "benang tagak". Setelah itu, benang-benang tersebut direnggangkan dengan alat yang disebut palapah.

Tahap kedua adalah pembuatan ragam hias dengan benang emas. Caranya agak rumit karena untuk memasukkannya ke dalam kain dasar mesti melalui perhitungan yang teliti.

Selain bergantung jenis pakaian yang dibuat dan ukurannya, lama tidaknya pembuatan suatu tenun songket bergantung pada kehalusan dan kerumitan motif songketnya. Semakin halus dan rumit motif songketnya, akan semakin lama pengerjaannya. 

Rekomendasi