Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ciri-Ciri Bullying pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Bullying pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Bullying pada Anak, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, verbal atau perilaku sosial yang merugikan korban.

Bullying di sekolah merupakan perilaku agresif dan merendahkan yang sering kali terjadi secara berulang. Di mana satu atau lebih anak dengan sengaja menyakiti, mengintimidasi, atau mendiskriminasi anak lain.

Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, verbal atau perilaku sosial yang merugikan korban

Anak yang menjadi korban bullying mungkin mengalami dampak negatif yang serius pada kesejahteraan mental dan emosional mereka seperti penurunan harga diri, kecemasan, depresi atau bahkan berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Bullying juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak aman dan tidak nyaman di sekolah, memengaruhi kemampuan anak untuk berkembang secara sosial dan akademis.

Ada beberapa ciri-ciri bullying pada anak, antara lain:

merdeka.com

Ciri-Ciri Bullying pada Anak

Ciri-Ciri Bullying pada Anak

Ada beberapa tanda atau ciri-ciri bullying pada anak yang perlu diketahui orang tua, antara lain:

1. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati dapat terjadi dalam berbagai tingkat intensitas, mulai dari sedih atau marah hingga bahagia atau tenang.

Perubahan ini dapat dirasakan dalam bentuk perubahan mood, perasaan, dan emosi. Efek-efek yang dapat dirasakan termasuk perubahan energi, motivasi, konsentrasi, dan perilaku.

Perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, dan kesehatan secara keseluruhan.

Faktor yang memengaruhi perubahan suasana hati termasuk faktor genetik, lingkungan, dan kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, tidur, dan aktivitas fisik. Peran hormon dan neurotransmitter juga sangat penting dalam regulasi suasana hati.

Hormon seperti serotonin, dopamine, dan cortisol dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Sementara itu, neurotransmitter seperti endorfin dan oksitosin juga berperan dalam mengatur suasana hati.

2. Adanya Perubahan pada Fisik

Ciri-ciri bullying pada anak selanjutnya adalah perubahan pada fisik. Perubahan pada fisik seperti perubahan hormonal dan perubahan fisik selama masa pubertas dapat memiliki dampak besar pada individu.

Perubahan hormonal dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan pola tidur seseorang. Sementara perubahan fisik seperti pertumbuhan tubuh, perubahan suara, dan perkembangan organ reproduksi juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan self-esteem individu.

Dampak psikologis dari perubahan fisik yang signifikan dapat termasuk kebingungan identitas, stress, dan perasaan tidak nyaman dengan tubuh mereka sendiri. Individu mungkin juga mengalami perubahan dalam pola pikir dan emosi sebagai akibat dari perubahan fisik yang mereka alami.

Perubahan fisik juga dapat memengaruhi hubungan sosial individu dengan orang lain. Mereka mungkin merasa canggung atau tidak nyaman dalam interaksi sosial karena perubahan fisik yang mereka alami. Ini dapat memengaruhi hubungan dengan teman sebaya, keluarga, dan pasangan potensial.

3. Gangguan Pola Tidur

Ciri-ciri bullying pada anak berikutnya adalah adanya gangguan pola tidur. Gangguan ini seperti sulit tidur, terbangun secara teratur di malam hari, atau tidur terlalu banyak, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Gejala insomnia yang mencakup kesulitan tidur atau terbangun secara teratur di malam hari, dapat mengakibatkan kelelahan, gangguan konsentrasi, dan iritabilitas.

4. Menghindari Interaksi Sosial

Anak yang mungkin menjadi korban bullying di sekolah memiliki ciri-ciri tertentu seperti lebih pendiam, kurang percaya diri, dan sering menjadi target perilaku agresif dari teman-temannya.

Mereka cenderung menunjukkan perilaku sosial yang menurun, seperti menghindari interaksi sosial atau menjadi lebih terisolasi.

Selain itu, mereka juga dapat mengalami penurunan prestasi akademis karena kesulitan berkonsentrasi akibat stres yang dialami. Anak-anak yang mengalami bullying juga mungkin menunjukkan keengganan untuk pergi ke sekolah, seperti sering sakit atau mencari alasan untuk tidak hadir.

Penting untuk memperhatikan ciri-ciri ini sebagai indikator potensial bahwa seorang anak sedang mengalami bullying. Mendengarkan curahan hati anak dan menanyakan keadaan di sekolah dapat membantu dalam mendeteksi masalah tersebut.

Penyebab Bullying

Penyebab bullying dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, namun ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan terjadinya perilaku perundungan di sekolah. Penelitian mengidentifikasi bahwa faktor-faktor risiko yang berperan dalam bullying meliputi kekuatan fisik, rasisme, dan seksisme.

Anak-anak yang memiliki kemampuan fisik yang lebih kuat atau yang memperlihatkan sikap rasisme dan seksisme cenderung memiliki potensi untuk menjadi pelaku bullying.

Selain itu, konsekuensi dari pengalaman kekerasan atau traumatis di rumah juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya perilaku bullying di sekolah.

Anak-anak yang sering menjadi korban kekerasan atau pengabaian di rumah mungkin menggunakan kekerasan sebagai cara untuk mengekspresikan rasa frustasi dan ketidakmampuan mereka.

Mengetahui faktor-faktor risiko ini penting untuk mengatasi masalah bullying di sekolah.

Tindakan preventif dan intervensi yang tepat perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying, serta membantu para pelaku dan korban bullying untuk memahami konsekuensi dari perilaku mereka dan menemukan cara untuk merespons tindakan tersebut.

Dampak Bullying

Bullying dapat memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan mental dan emosional seseorang. Korban bullying seringkali mengalami depresi, kecemasan, dan penurunan harga diri.

Mereka mungkin merasa rendah diri, tidak berdaya, dan kesepian. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental mereka secara keseluruhan, bahkan dapat menyebabkan pemikiran untuk bunuh diri.

Selain itu, bullying juga dapat memengaruhi kinerja akademis korban. Mereka mungkin kesulitan berkonsentrasi di sekolah karena terganggu oleh pengalaman bullying.

Mereka juga mungkin absen lebih sering, merasa tidak aman, dan kurang percaya diri, semua hal ini dapat berdampak negatif pada prestasi akademis mereka.

Bullying juga dapat memengaruhi hubungan sosial seseorang. Korban bullying mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dengan teman-teman sebaya.

Mereka mungkin merasa tidak nyaman dalam berinteraksi sosial dan bahkan dapat mengalami kesulitan dalam mempercayai orang lain.

Dengan demikian, kita perlu menyadari bahwa bullying bukan hanya hal sepele. Dampaknya dapat sangat merusak bagi kesehatan mental, emosional, kinerja akademis, dan hubungan sosial individu yang terkena dampak.

Ini 8 Alasan Mengapa Anak dan Remaja Melakukan Tindakan Bullying

Ini 8 Alasan Mengapa Anak dan Remaja Melakukan Tindakan Bullying

Perilaku bullying yang dilakukan oleh anak dan remaja bisa muncul karena sejumlah hal.

Baca Selengkapnya
Tips Parenting agar Anak Tidak Jadi Pelaku Bully, Ajarkan Empati dan Toleransi

Tips Parenting agar Anak Tidak Jadi Pelaku Bully, Ajarkan Empati dan Toleransi

Pencegahan kasus bullying harus dimulai dari parenting.

Baca Selengkapnya
Begini Ciri-Ciri Anak yang Jadi Korban Perundungan

Begini Ciri-Ciri Anak yang Jadi Korban Perundungan

Praktisi kesehatan masyarakat dr. Reisa Broto Asmoro memaparkan sejumlah tanda-tanda perundungan atau bullying pada anak yang perlu diketahui oleh orang tua.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bullying di Binus, KPAI: Penanganan Pelaku Kekerasan di Sekolah Belum Memberi Efek Jera

Bullying di Binus, KPAI: Penanganan Pelaku Kekerasan di Sekolah Belum Memberi Efek Jera

Korban saat ini dirawat di rumah sakit karena mengalami memar hingga luka bakar di tubuhnya.

Baca Selengkapnya
Kata-Kata Bullying Bijak, Bikin Kesadaran Melawan Perundungan Semakin Membara

Kata-Kata Bullying Bijak, Bikin Kesadaran Melawan Perundungan Semakin Membara

Kata-kata bijak tentang perundungan satu ini bisa menjadi cara efektif untuk menginspirasi orang-orang agar lebih mempunyai rasa peduli pada perundungan.

Baca Selengkapnya
Keluarga Korban Bully SMA Binus Serpong Tolak Damai, Ini Alasannya

Keluarga Korban Bully SMA Binus Serpong Tolak Damai, Ini Alasannya

Keluarga korban ingin kasus terus berlanjut sampai pengadilan.

Baca Selengkapnya
Kasus Bullying di SMA Binus School Serpong, Kemen PPA: Sanksi akan Diberikan

Kasus Bullying di SMA Binus School Serpong, Kemen PPA: Sanksi akan Diberikan

Belum ada pihak ditetapkan sebagai anak berurusan dengan hukum dalam kasus ini.

Baca Selengkapnya
Anaknya Merasa Tidak Didampingi, Sunan Kalijaga Ngamuk di PN Jaksel ke Pihak Sekolah Al Azhar

Anaknya Merasa Tidak Didampingi, Sunan Kalijaga Ngamuk di PN Jaksel ke Pihak Sekolah Al Azhar

Anak dari Sunan Kalijaga menjadi korban bullying atau perundungan yang dilakukan oleh sekolahnya

Baca Selengkapnya
Viral Remaja Putri di Jambi Diculik dan Dibully Senior, Pura-Pura Diajak Makan Malah Dikeroyok

Viral Remaja Putri di Jambi Diculik dan Dibully Senior, Pura-Pura Diajak Makan Malah Dikeroyok

Viral video bullying anak perempuan yang diduga masih pelajar sekolah menengah pertama (SMP).

Baca Selengkapnya