Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Penyebaran COVID-19, Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik

Cegah Penyebaran COVID-19, Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik Cegah Penyebaran COVID-19, Gubernur Sumatera Utara Imbau Warganya Tidak Mudik. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengimbau warganya untuk tidak melakukan mudik atau pulang kampung. Imbauan ini terkait upaya pencegahan COVID-19 di Sumatera Utara. Edy menyampaikan langsung lewat video yang dirilis Biro Humas dan Keprotokolan Sumut, Sabtu (4/4).

"Saya mengimbau kepada seluruh saudara-saudaraku, masyarakat Sumatera Utara yang saya cintai agar tidak mudik baik keluar dari Sumut maupun masuk ke Sumut," katanya dalam video yang dirilis tersebut.

Di tengah wabah virus corona ini, masyarakat diminta untuk melakukan silaturahmi dengan keluarga menggunakan video call, sosial media atau teknologi lainnya, tidak harus berkunjung ke rumah keluarga.

"Jadilah pahlawan untuk melindungi diri, keluarga, juga Sumatera Utara yang kita cintai ini," katanya. Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Sumut juga telah meningkatkan status dari siaga darurat bencana non alam COVID-19 menjadi menjadi tanggap darurat hingga tanggal 29 Mei 2020.

Haram Mudik di Tengah Pandemi COVID-19 Menurut MUI

Pemerintah kini tengah mengkaji pembatasan mudik guna mencegah penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas angkat bicara soal banyaknya warga memilih mudik di tengah pandemi Corona.

Menurutnya, kalau mudik dari daerah yang tidak ada wabah, menuju ke tempat yang tak ada wabahnya, maka tidak ada masalah.

"Mubah. Karena tidak ada mudharat yang akan muncul di situ," kata Anwar dilansir dari Liputan6.com, Jumat (3/4).

"Karena disyakki dan atau diduga keras dia akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain. Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya. Dan tetap melakukannya berarti yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang haram," jelas Anwar.

Dengan demikian, menurut dia, wajib hukumnya jika pemerintah melarang warga mudik di tengah pandemi Corona.

Kasus COVID-19 di Sumut

pemakaman korban virus corona

2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Per hari Jumat, 3 April 2020, jumlah kasus positif dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona COVID-19 di Sumut meningkat. Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penurunan.Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan. Jika sebelumnya kasus positif virus Corona COVID-19 di Sumut pada Kamis, 2 April 2020, berjumlah 30, saat ini 36.Sementara untuk PDP terkit virus Corona COVID-19 di Sumut mengalami peningkatan menjadi 95 dari sebelumnya 84. Terjadi penambahan sebanyak 11 orang. Untuk ODP di Sumut saat ini 2.969, turun dibanding hari sebelumnya 3.338 kasus.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP