Advertisement
Istilah "mukhafafah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "ringan" atau "tidak berat", yang merujuk pada kategori najis dengan tingkat keparahan yang lebih rendah dibandingkan jenis najis lainnya.
Pemahaman mengenai najis mukhafafah penting bagi umat Islam karena menyangkut kebersihan pribadi dan kesucian dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
Mengetahui cara yang benar untuk membersihkan diri dari najis ini merupakan bagian integral dari menjaga keharmonisan spiritual dan fisik dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam praktik sehari-hari, najis mukhafafah sering kali dihubungkan dengan air kencing bayi laki-laki yang belum mengonsumsi makanan selain ASI.
Penyucian dari najis ini pun relatif lebih mudah, biasanya cukup dengan memercikkan air pada area yang terkena. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks keagamaan, tetapi juga membantu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan keluarga.
Berikut cara menyucikan najis mukhafafah yang penting diketahui umat Muslim:
Advertisement
Advertisement
Najis mukhaffafah merupakan salah satu macam-macam najis yang masuk kategori rendah atau ringan.
Untuk membersihkannya terbilang mudah dilakukan. Meski begitu, jenis najis ini tetap harus dijauhi dan dibersihkan terlebih saat akan melakukan aktivitas ibadah.
“Dari Ummi Qais RA: sesungguhnya ia pernah membawa seorang anak laki-lakinya yang belum makan makanan. Lalu anak itu dipangku oleh Rasulullah SAW dan anak itu kencing di pangkuannya. Kemudian Rasulullah SAW meminta air, lalu memercikkan air itu ke bagian yang terkena kencingnya dan tidak dibasuhnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Apabila telah terkena najis mukhaffafah, kita hanya perlu membersihkan dengan percikan air pada area yang terkena najis. Bila terkena pakaian, hanya perlu dipercikan air dan dikeringkan biasa.
Beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan najis mukhaffafah adalah dengan menghindari kontak langsung dengan najis dan segera membersihkannya setelah terkena.
Contoh najis mukhaffafah adalah air kencing bayi yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah mengonsumsi selain ASI, air seni dan tinja binatang tidak haram seperti kucing dan burung.
Advertisement
Advertisement
Najis mukhaffafah adalah jenis najis ringan yang biasanya dapat dengan mudah dihilangkan dengan membersihkannya menggunakan air dan sabun.
Contoh najis mukhaffafah termasuk urine manusia, air seni hewan, dan urin bayi yang masih ASI.
Selain contoh-contoh tersebut, setiap benda atau zat yang tidak memiliki sifat najis hukmiyah (hukumannya tidak najis), tetapi terkontaminasi dengan najis, juga dapat dianggap sebagai najis mukhaffafah.
Sebagai contoh, jika sebuah benda bersentuhan dengan tanah yang terkena najis, maka benda tersebut juga harus dibersihkan.
Dalam Islam, menjaga kebersihan dan ketaatan adalah penting dalam menjalankan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Menyucikan najis mukhafafah adalah salah satu aspek penting dalam menjaga kebersihan dan ketaatan.
Advertisement
Najis mukhafafah adalah najis yang kecil ukurannya seperti kencing atau kotoran hewan kecil seperti tikus atau cicak.
Menyucikan najis mukhafafah sangat penting dalam agama Islam untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri serta lingkungan sekitar.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk menyucikan najis mukhafafah:
Advertisement
Langkah pertama adalah dengan menyekat area yang terkena najis. Gunakan tisu atau kertas koran untuk menyerap atau mencegah penyebaran najis.
Jangan digosok atau diusap, cukup letakkan tisu atau kertas koran di atasnya dan tekan perlahan hingga najis terserap ke dalamnya.
Selanjutnya, angkat tisu atau kertas koran yang telah terserap najis dan tempatkan dalam sebuah kantung plastik atau wadah tertutup.
Pastikan untuk menyingkirkan najis tersebut dengan tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tempat tinggal masing-masing.
Advertisement
Setelah najis telah disekat dan diangkat, langkah berikutnya adalah membersihkan area yang terkena najis. Jika najis tersebut terjadi di lantai atau permukaan yang mudah dibersihkan, gunakan air dan sabun yang mengandung antiseptik atau disinfektan.
Siram area tersebut dengan air sampai najis terhapus, lalu gunakan sabun untuk membersihkan area tersebut secara menyeluruh.
Pastikan untuk membilas dengan air bersih agar semua sisa sabun dan najis terbasuh. Setelah itu, lap area yang telah dibersihkan dengan kain bersih atau tisu kering.
Advertisement
Setelah melakukan pembersihan fisik, tahap selanjutnya adalah melakukan penyucian. Gunakan air yang suci dan bersih untuk menyucikan area yang terkena najis.
Siramlah area tersebut dengan air yang cukup hingga najis benar-benar terhapus. Jika diperlukan, ulangi langkah ini sebanyak tiga kali untuk memastikan bahwa area tersebut benar-benar suci. Hindari menggunakan parfum atau bahan wewangian lainnya pada area yang terkena najis, cukup gunakan air bersih untuk menyucikan.
Advertisement
Sebelum menyucikan najis mukhafafah, ingatlah untuk berniat dalam hati yang khusyuk.
Niat adalah hal yang penting dalam menjalankan ibadah dan menyucikan diri dari najis mukhafafah ini adalah salah satu bentuk ibadah.
Niat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membantu menguatkan dan menetapkan niat tersebut.
Advertisement
Terakhir, penting untuk diingat bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari ketaatan kepada agama. Selalu berusaha menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar agar terhindar dari najis dan penyakit.
Selalu ingat untuk menyucikan najis mukhafafah dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas. Jadikanlah kebersihan sebagai salah satu tujuan untuk mencapai kesucian dari dalam dan luar diri.
Dengan melakukan ini, kita juga dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.