Siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung telah menorehkan prestasi yang begitu membanggakan. Pasalnya, mereka berhasil mengonversi sepeda motor vespa 2 tak menjadi tenaga listrik.
Hasil karya tersebut dipamerkan pada acara Devotion Experience (Dev-X) yang merupakan serangkaian dari acara puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama di JCC Senayan, pada Jumat (5/1) lalu.
Motor vespa listrik karya siswa MAN 2 Bandar Lampung itu telah mencuri perhatian Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Bersama beberapa pejabat dari Kementerian Agama pun menjajal motor yang didesain untuk mendukung program konversi bahan bakar minyak ke tenaga listrik.
Dalam rangkaian acara tersebut, sejumlah karya berbasis teknologi dipamerkan dari beberapa direktorat dan lembaga mitra Kemenag.
Advertisement
Hasil konversi sepeda motor dengan bahan bakar minyak yang dikonversi menjadi tenaga listrik itu dipamerkan dalam dua unit sepeda motor vespa berwarna biru dan merah.
Fuzi Nur Ilahi serta temannya bernama M. Angga Yulizar adalah siswa MAN 2 Bandar Lampung yang berhasil menciptakan motor vespa bertenaga listrik. Mereka saat ini masih duduk di bangku kelas 12.
Pembuatan motor listrik itu muncul berawal dari adanya Program Konversi BBM ke Motor Listrik. Lantas, mereka berdua memutuskan untuk merakit menggunakan motor Vespa karena stok bahannya masih cukup melimpah.
Advertisement
Mengutip ANTARA, dua motor yang diciptakan siswa MAN 2 Bandar Lampung memilik spesifikasi yang berbeda. Vespa dengan bodi berwarna biru menggunakan aki kering 12 V, 20.2 AH, yang menggunakan penggerak berdaya 1.500 watt.
Sedangkan vespa berwarna merah memiliki spesifikasi yang cukup tinggi, yakni menggunakan baterai berbahan lithium-ion berdaya 3.00 watt yang setara dengan motor Tiger. Pengisian baterai pada motor ini memaka waktu empat jam dan bisa menempuh jarak 100 km.
Advertisement
Menurut Guru Keterampilan MAN 2 Bandar Lampung, Abdullah, waktu pengerjaan mengubah vespa BBM menjadi motor listrik ini memakan waktu 2 sampai 3 hari saja.
Sedangkan, untuk pengerjaan rangka pada motor vespa ini menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu lamanya. Abdullah mengakui bahwa hasil karya siswanya itu cukup diminati banyak pihak.
Untuk saat ini, motor vespa bertenaga listrik itu belum diperjualbelikan. Biaya keseluruhan membangun vespa ini mencapai Rp40 juta.
"Jika dikerjakan secara massal, mungkin harganya bisa lebih murah lagi," terang Abdullah, mengutip dari ANTARA (5/1).
Advertisement