Bak di Selandia Baru, Peternakan Sapi Ini Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara
Merdeka.com - Bagi masyarakat Indonesia, melihat sebuah peternakan sapi tentu bukanlah hal yang baru lagi. Mengingat, menjadi peternak sapi adalah salah satu mata pencaharian yang juga banyak dilakoni oleh masyarakat di Tanah Air. Namun, ada sebuah peternakan sapi yang unik, yang tak bisa dijumpai di daerah lain.
Padang Mengatas, begitulah orang-orang menyebut tempat ini. Daerah yang terletak di pinggir Kota Payakumbuh, Sumatra Barat ini merupakan sebuah peternakan sapi, di mana pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan padang rumput hijau dan ribuan sapi yang berkeliaran. Rasanya tak beda jauh dengan suasana Desa Hobbiton yang terletak di Selandia Baru.
Di peternakan ini ada sekitar 1.250 ekor sapi jenis Limousin, Simental dan Pesisir atau jenis lokal yang diternakkan dan di lepas bebas. Peternakan yang berada di padang sabana yang luasnya mencapai 280 hektare ini menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara. Berikut informasi selengkapnya.
Seperti Berada di Selandia Baru

Sumber: Instagram/@abirayy ©2020 Merdeka.com
Melansir dari travelingyuk, peternakan Padang Mengatas terletak di kaki Gunung Sago, Payakumbuh. Sejauh mata memandang, terlihat sabana membentang luas yang di kelilingi pagar kawat.
Panorama Gunung Sago ditambah jajaran Bukit Barisan dan suasana sejuk adalah daya tarik pendukung namun tak kalah indah. Suasana ini tak jauh beda dengan suasana bak di Selandia Baru. Ditambah lagi, dengan adanya sekelompok sapi yang dibebaskan berlalu lalang.
Pengunjung bisa menikmati sunset dengan peanorama jingga yang balik perbukitan yang mengelilingi tempat ini.
Warisan Kolonial Belanda

Sumber: Instagram/@martiusliem ©2020 Merdeka.com
Melansir dari merahputih, peternakan ini sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1916. Peternakan ini ternyata didirikan oleh Belanda.Awalnya peternakan ini oleh Pemerintahan Hindia Belanda dijadikan sebagai tempat ternak kuda. Namun, pada tahun 1936, sapi mulai didatangkan dari Benggala, India, berjenis sapi Zebu. Peternakan ini pernah hampir tutup. Namun pada tahun 1950, Mohammad Hatta yang pada saat itu menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, melakukan pembenahan terhadap peternakan ini.Beliau menjadikan peternakan ini sebagai Stasiun Peternakan Pemerintah yang diberi nama ITT (Induk Taman Ternak) Padang Mengatas pada tahun 1951 sampai 1953. Dan di tahun 1955, peternakan ini menjadi peternakan terbesar di Asia Tenggara.
Dibuka untuk Wisatawan

Sumber: Instagram/@tomybudiarto ©2020 Merdeka.com
Peternakan ini dibuka untuk wisatawan. Siapa saja bisa mengunjungi peternakan ini. Bahkan bisa menghabiskan waktu dengan bermain bersama sekumpulan sapi-sapi yang ada di peternakan ini.Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer dan jadi spot andalan untuk wisatawan yang ingin berburu foto dengan spot terbaik.Namun, untuk mengunjungi peternakan ini, pengunjung harus memesan tempat secara online terlebih dahulu. Tapi tenang saja, pengunjung tidak dipungut biaya apapun untuk berwisata ke peternakan ini.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya