Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

8 Penyakit Pencernaan Beserta Gejalanya yang Penting Diwaspadai

8 Penyakit Pencernaan Beserta Gejalanya yang Penting Diwaspadai Ilustrasi Sakit Perut. ©iStockphoto

Merdeka.com - Penyakit pencernaan mungkin pernah dialami hampir semua orang, mulai dari yang ringan seperti sembelit dan diare hingga yang sangat parah seperti kanker usus. Apa pun jenis penyakitnya, ketika mengalami penyakit pencernaan penting untuk tidak disepelekan.

Ketika merasakan sakit perut misalnya, artinya tubuh memberi sinyal, bahwa ada yang tidak baik-baik saja. Beberapa gejala pencernaan sembuh dengan sendirinya. Namun, gejala lain mungkin menandakan penyakit pencernaan kronis.

Penyakit pencernaan mempengaruhi organ-organ sistem pencernaan, antara lain saluran pencernaan, kandung empedu, hati, dan pankreas.

Sistem pencernaan bertanggung jawab untuk memecah apa yang dikonsumsi untuk memasok nutrisi bagi tubuh untuk diserap. Tubuh menggunakan nutrisi ini untuk perbaikan sel, pertumbuhan, dan energi. Sistem pencernaan juga membuang limbah.

Berikut merdeka.com merangkum beberapa penyakit pencernaan beserta gejalanya yang penting diwaspadai:

Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau refluks, adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. GERD terjadi ketika otot di bagian bawah kerongkongan tidak menutup dengan benar. Asam lambung dan isinya bocor kembali ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.

Mulas, atau gangguan pencernaan asam, adalah gejala GERD yang paling umum. Biasanya terasa seperti nyeri dada seperti terbakar, mulai dari dekat tulang dada lalu naik ke leher dan tenggorokan. Gejala GERD lainnya lainnya meliputi:

  • Sakit saat menelan
  • Memuntahkan makanan atau cairan asam
  • Mual atau muntah
  • Bau mulut
  • Masalah pernapasan
  • Penyakit Radang Usus

    Penyakit radang usus (IBD) adalah peradangan yang berlangsung lama di saluran pencernaan. Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa adalah dua jenis IBD yang paling umum.

    IBD menyebabkan iritasi dan pembengkakan, seringkali mengakibatkan diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, demam, dan penurunan berat badan.

    Penyakit Crohn terutama menyerang ujung usus kecil dan awal usus besar. Kolitis ulseratif mempengaruhi usus besar dan rektum.

    Sembelit

    Sembelit adalah penyakit pencernaan di mana seseorang sulit atau jarang buang air besar. Jika kamu buang air besar kurang dari tiga kali per minggu, kemungkinan besar kamu mengalami konstipasi atau sembelit. Gejala utama sembelit adalah susah buang air besar dan tinja yang keras.

    Wasir

    Wasir adalah penyakit pencernaan yang cukup menyakitkan. Wasir terjadi ketika pembuluh darah bengkak di saluran anus. Gejalanya meliputi nyeri, gatal, dan darah merah cerah setelah buang air besar.

    Batu empedu

    Kantong empedu menyimpan empedu, yang merupakan cairan pencernaan. Ini juga melepaskan empedu ke usus kecil untuk membantu mencerna makanan. Namun, empedu ini dapat membentuk endapan kecil dan keras yang disebut batu empedu. Cholelithiasis adalah istilah medis untuk batu empedu. 

    Beberapa batu empedu tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Orang lain dapat menyebabkan sakit parah atau infeksi. Gejalanya meliputi mual, muntah, dan demam.

    Maag

    Ulkus peptic atau maag paling umum terjadi karena gaya hidup yang tidak teratur, yaitu pola makan dan tingkat stres. Namun baru-baru ini ilmuwan menemukan bahwa ulkus peptik sebagian besar disebabkan oleh infeksi melalui bakteri. Ini juga akibat dari penggunaan atau penyalahgunaan obat NSAID yang dijual bebas seperti naproxen dan ibuprofen.

    Obat ini merusak lapisan lendir lambung. Ketika lapisannya rusak, ia bersentuhan langsung dengan asam, yang mempengaruhi jaringan dan menyebabkan ulkus peptikum.

    Penyakit Celiac

    Penyakit celiac dan masalah sensitif gluten memiliki gejala yang sama. Keduanya memiliki gejala di antaranya sakit perut, kembung, dan diare. 

    Bila kamu ragu apakah menderita penyakit ini, jangan mendiagnosa diri; kunjungilah dokter untuk diagnosis yang tepat. 

    Semua gejalanya mungkin sama, tapi celiac adalah penyakit autoimun yang mampu merusak usus kecil. Menghilangkan gluten dari konsumsi sehari-hari dapat membantu menyembuhkan penyakit. Cobalah untuk menghindari barley, oat, rye, dan gandum untuk mengurangi asupan gluten.

     Irritable Bowel Syndrome

    Apakah kamu mengalami sakit perut atau ketidaknyamanan setidaknya tiga kali sebulan selama beberapa bulan? Bisa jadi sindrom iritasi usus besar (IBS) . 

    Tanda-tanda IBS dapat sangat bervariasi yaitu dari feses yang keras dan kering hingga feses yang encer dan berair, atau keduanya. Kembung dan gas juga merupakan gejala IBS.

    Apa penyebab IBS tidak diketahui, tetapi mengatasi gejala IBS umumnya dengan mengatur pola makan, seperti makan makanan rendah lemak, tinggi serat dan menghindari makanan pemicu yang umum (produk susu, alkohol, kafein, pemanis buatan, dan makanan yang menghasilkan gas).

    (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP