6 Manfaat Oat Bagi Kesehatan Jika Mengonsumsinya Setiap Hari
Merdeka.com - Oat adalah salah satu biji-bijian tersehat di dunia. Mereka adalah biji-bijian bebas gluten dan sumber vitamin, mineral, serat dan mengandung antioksidan penting.
Oat, secara resmi bernama Avena sativa, adalah sejenis biji-bijian sereal dari keluarga tumbuhan rumput Poaceae menurut School of Public Health Harvard.Food and Drug Administration mengizinkan penggunaan klaim kesehatan pada label makanan yang mengaitkan penurunan risiko penyakit jantung koroner dengan konsumsi serat larut beta-glukan dari gandum utuh.
Jenis utama serat larut dalam oat adalah beta-glukan, yang telah diteliti untuk membantu memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan menekan nafsu makan. Beta-glukan dapat mengikat asam empedu yang kaya kolesterol di usus dan mengangkutnya melalui saluran pencernaan dan akhirnya keluar dari tubuh.
Oat utuh juga mengandung bahan kimia nabati yang disebut senyawa fenolik dan fitoestrogen yang bertindak sebagai antioksidan untuk mengurangi efek merusak dari peradangan kronis yang terkait dengan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes.
Berikut selengkapnya manfaat oat bagi kesehatan yang dirangkum oleh merdeka.com:
Ringankan Sembelit
Manfaat oat yang pertama yaitu dapat meringankan sembelit dan masalah pencernaan. Dilansir dari Healthline, orang lanjut usia sering mengalami sembelit, dengan jarangnya buang air besar tidak teratur sehingga sulit untuk dikeluarkan.
Obat pencahar sering digunakan untuk meredakan sembelit pada lansia. Namun, meski efektif, mereka juga dikaitkan dengan penurunan berat badan dan penurunan kualitas hidup.
Studi The journal of nutrition, health & aging menunjukkan bahwa oat, lapisan luar biji-bijian yang kaya serat, dapat membantu meredakan sembelit pada orang tua.
Satu percobaan menemukan bahwa kesejahteraan meningkat untuk 30 pasien lansia yang mengonsumsi sup atau makanan penutup yang mengandung dedak gandum setiap hari selama 12 minggu.
Terlebih lagi, 59% dari pasien tersebut dapat berhenti menggunakan obat pencahar setelah penelitian 3 bulan, sementara penggunaan pencahar secara keseluruhan meningkat 8% pada kelompok kontrol.
Mencegah penyakit kardiovaskular
"Antioksidan yang ada dalam gandum bermanfaat untuk penyakit jantung dan serat makanan membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) tanpa mempengaruhi kolesterol baik (HDL)", kata Dr. Manoj K. Ahuja dilansir dari Food NDTV.
Oat juga mengandung tumbuhan lignan, terutama enterolactone, yang melindungi dari penyakit jantung. Dengan demikian, oat membantu menurunkan kadar kolesterol Anda dan menjaga kesehatan jantung Anda.
Mengontrol Kadar Gula Darah
Karena oat membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi risiko diabetes tipe-2, penderita diabetes harus mengonsumsi oat secara teratur.
Serat tinggi dan karbohidrat kompleks memperlambat konversi seluruh makanan ini menjadi gula sederhana, dan beta-glukan menunda penurunan kadar gula darah sebelum makan dan memperlambat peningkatan setelah makan.
Menurunkan Berat Badan
Oat yang dijadikan oatmeal bukan hanya makanan sarapan yang lezat, tapi juga sangat mengenyangkan. Makan makanan yang mengenyangkan dapat membantu Anda makan lebih sedikit kalori dan menurunkan berat badan.
Dengan menunda waktu yang dibutuhkan perut Anda untuk mengosongkan makanan, beta-glukan dalam oatmeal dapat meningkatkan perasaan kenyang Anda.
Beta-glukan juga dapat mendorong pelepasan peptida YY (PYY), hormon yang diproduksi di usus sebagai respons terhadap makan. Ini hormon kenyang telah terbukti menyebabkan asupan kalori berkurang dan dapat menurunkan risiko obesitas.
Menurunkan Kadar Kolesterol dan Melindungi Kolesterol LDL dari Kerusakan

©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com
Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian secara global. Salah satu faktor risiko utama adalah kolesterol darah tinggi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa serat beta-glukan dalam gandum efektif mengurangi kadar kolesterol total dan LDL.
Beta-glukan dapat meningkatkan ekskresi empedu yang kaya kolesterol, sehingga mengurangi kadar kolesterol yang bersirkulasi dalam darah. Oksidasi kolesterol LDL ("jahat"), yang terjadi ketika LDL bereaksi dengan radikal bebas, merupakan langkah penting lainnya dalam perkembangan penyakit jantung.
Ini menghasilkan peradangan di arteri, merusak jaringan dan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Satu studi melaporkan bahwa antioksidan dalam oat bekerja bersama dengan vitamin C untuk mencegah oksidasi LDL.
Menurunkan Risiko Asma Anak
Asma adalah penyakit kronis paling umum pada anak-anak. Ini adalah gangguan inflamasi pada saluran udara, saluran yang membawa udara ke dan dari paru-paru seseorang.
Meski tidak semua anak mengalami gejala yang sama, banyak yang mengalami batuk berulang, mengi dan sesak napas.
Banyak peneliti percaya bahwa pengenalan awal makanan padat dapat meningkatkan risiko anak terkena asma dan penyakit alergi lainnya.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa ini tidak berlaku untuk semua makanan. Pengenalan awal oat, misalnya, sebenarnya bisa melindungi anak-anak.
Satu studi melaporkan bahwa memberi makan gandum kepada bayi sebelum usia 6 bulan dikaitkan dengan penurunan risiko asma masa kanak-kanak.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya