4 Alasan Kesulitan Menemukan Tujuan dan Keinginan dalam Hidup

Selasa, 6 Desember 2022 17:45 Reporter : Ani Mardatila
4 Alasan Kesulitan Menemukan Tujuan dan Keinginan dalam Hidup Ilustrasi melamun. ©Shutterstock/Yuri Arcurs

Merdeka.com - Banyak dari kita berjuang untuk mencari tahu apa yang sebenarnya tujuan dan yang kita inginkan dari hidup. Bagaimana jika panggilan tersebut kemudian telah berubah dari waktu ke waktu?

Mungkin menjadikan hal itu agak sulit dikenali dan ditemukan. Penemuan jati diri bisa menjadi pengejaran yang menantang dan seringkali tidak pernah berakhir.

Manusia itu kompleks dan selalu mengalami perubahan perkembangan. Demikian pula, pasar dan permintaan budaya dapat berubah-ubah dan terus berubah.

Oleh karena itu, jika kamu merasa sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup, kamu tidak sendiri. Berikut alasan kesulitan menemukan tujuan dan keinginan dalam hidup yang penting diketahui:

2 dari 3 halaman

1. Penemuan Diri yang Berlangsung Seumur Hidup

Tidak ada bentuk kehidupan yang statis, dan manusia adalah contoh utama. Para filsuf telah mengusulkan bahwa seluruh tujuan hidup adalah untuk menemukan sifat sejatimu. Itulah alasan kesulitan menemukan tujuan dan keinginan hidup, karena terkadang itu memang berlangsung seumur hidup dan bukan sebagai garis finish, melainkan proses.

Individu yang memiliki rasa ingin tahu ingin belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia tempat mereka tinggal. Seperti bawang, saat kita menyingkap satu lapisan dari diri kita sendiri, kita menyingkapkan lapisan-lapisan baru. Proses penemuan diri ini tidak pernah berakhir.

Setelah kamu menerima prosesnya, alih-alih tujuan dan keinginan hidup menjadi panduanmu menjalani hidup, kamu dapat bersantai untuk melakukan apa yang kamu inginkan saat ini dan terbuka untuk perubahan keinginan di masa depan. Kita tidak bisa menghentikan perubahan. Melakukan hal itu menyebabkan kematian.

ilustrasi semangat

plus.kapanlagi.com

2. Pendidikan Dini dan Pengaruh Lingkungan

Alasan kesulitan menemukan tujuan dan keinginan dalam hidup karena banyak orang tidak dibesarkan untuk memimpin dengan menggunakan intuisi mereka tetapi berfokus ke luar untuk menentukan apa yang benar.

Idealnya, seseorang mengikuti intuisinya sambil menjelajahi dunia luar dengan penguasaan. Budaya di seluruh dunia telah menetapkan norma tentang perilaku yang pantas dan dapat diterima.

Aturan diperlukan untuk memiliki masyarakat yang baik. Namun, kita sering menggunakan itu ke tingkat yang ekstrem, yang berdampak pada penghakiman atas nilai-nilai orang pribadi yang tidak sesuai dengan yang kita yakini.

Kita semua tahu bahwa keinginan orang lain akan membuat kamu bahagia atau sebaliknya. Keputusan harus datang dari dalam diri sendiri untuk menghasilkan kepuasan. Salah satu cara terbaik untuk fokus pada intuisi dan menentukan apa yang benar-benar kamu inginkan adalah dengan memperhatikan apa yang kamu yakini.

3 dari 3 halaman

3. Terlalu Takut Mengambil Risiko

Laurel Thatcher Ulrich, Profesor & Sejarawan Harvard, berkata, "Wanita yang berperilaku baik jarang membuat sejarah," tetapi ketakutan mencegah orang membuat sejarah.

Banyak orang hidup dalam ketakutan saat ini. Orang-orang tidak melakukan banyak hal yang mereka inginkan karena mereka memikirkan risiko yang tak ada habisnya untuk merasa takut, dan dibutuhkan keberanian untuk memiliki keyakinan dan menerima kritik dari orang lain karena mengambil risiko.

Di bawah tekanan untuk menyesuaikan diri, seseorang harus menekan keinginannya sendiri, itulah sebabnya "pemikiran kelompok" bisa menindas dan menurunkan kreativitas.

Meskipun tidak ada solusi cepat untuk dilema ini, kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan diri harus dipraktikkan. Ingat apa yang dikatakan Gandhi, "Pertama mereka mengabaikanmu, lalu mereka menertawakanmu, lalu mereka melawanmu, lalu kamu menang."

Ketahuilah bahwa pada akhirnya, orang lain akan mengagumi keberanian dan orisinalitasmu. Kamu akan menghargai diri sendiri karena tetap setia pada diri sendiri.

Tidak masalah apakah tujuanmu mengarah pada kesuksesan duniawi atau tidak. Yang penting adalah kamu melatih keberanian atas nama keselarasan dengan semangat di dalam.

4. Terjadi Perubahan Hidup

Saat manusia bertumbuh dalam perjalanan hidup mereka, perspektif dan sikap mereka berubah. Alasan pergeseran perspektif ini adalah karena waktu dan pengalaman mengubah cara berpikir kita. Suatu peristiwa dapat terjadi yang lantas menginspirasimu untuk mengadvokasi tujuan tertentu yang mungkin tidak kamu pedulikan di masa lalu.

[amd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini