Mengenal Siti Fadia Silva Ramadhanti, Pebulutangkis Muda Andalan Indonesia dan Pernah Peringkat 4 Dunia

Kenali Siti Fadia Silva Ramadhanti, pebulu tangkis muda berbakat Indonesia yang pernah menempati peringkat 4 dunia dan meraih berbagai prestasi.

Rizka Nur Laily Muallifa
Mengenal Siti Fadia Silva Ramadhanti, Pebulutangkis Muda Andalan Indonesia dan Pernah Peringkat 4 Dunia
Siti Fadia Silva (Foto: Instagram @fadiasilva_r) (© 2025 Liputan6.com)

Siti Fadia Silva Ramadhanti bukan sekadar sosok di dunia bulu tangkis Indonesia. Ia pernah menempati posisi yang sangat mengesankan, yaitu peringkat keempat dunia bersama rekannya Apriyani Rahayu. Namun, kini mereka telah resmi berpisah, dan banyak yang penasaran: apa penyebabnya?

Perpisahan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan didasari oleh sejumlah faktor. Di balik keputusan tersebut, terdapat dinamika strategi dari PBSI serta penyesuaian dalam pembinaan atlet di Pelatnas. Fadia kini memulai perjalanan baru dengan pasangan yang berbeda di sektor ganda campuran dan ganda putri.

Di tengah perubahan ini, publik mulai mengulik kembali siapa sebenarnya Siti Fadia. Sejak kapan ia meniti karier? Apa saja pencapaiannya sebelum dikenal sebagai pasangan emas Apriyani dan bagaimana arah kariernya ke depan?

Awal Karier di PB Djarum dan Momen Pertama Bersinar

Siti Fadia Silva Ramadhanti dilahirkan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 16 November 2000. Ia memulai karier bulu tangkisnya secara serius setelah bergabung dengan PB Djarum pada tahun 2014. Klub yang terkenal ini telah melahirkan banyak pemain berbakat di tingkat nasional, dan Fadia adalah salah satu di antaranya.

Pada tahun 2016, Fadia meraih prestasi penting dengan memenangkan Jakarta Open Junior International. Dalam turnamen tersebut, ia berpasangan dengan Agatha Imanuela di kategori ganda putri U17. Kombinasi mereka terbukti menjanjikan dan menjadi langkah awal yang signifikan bagi Fadia di kancah internasional. Selain berkompetisi di ganda putri, Fadia juga aktif di nomor ganda campuran.

Ia pernah dipasangkan dengan Rehan Naufal Kusharjanto, yang merupakan putra dari pasangan bulu tangkis legendaris Tri Kusharjanto dan Emma Ermawati. Dalam fase ini, Fadia menunjukkan kemampuan yang fleksibel serta potensi besar untuk bersaing di dua kategori yang berbeda.

Bintang Muda di Tim Nasional Junior

Fadia menjadi anggota tim nasional junior pada tahun 2017. Dalam kompetisi BWF World Junior Championships 2017, ia berhasil meraih medali perak di kategori ganda campuran bersama Rehan Naufal. Keberhasilan ini merupakan momen berharga yang membuat namanya semakin dikenal di dunia bulu tangkis.

Di tahun yang sama, ia juga berpartisipasi di berbagai turnamen baik lokal maupun internasional. Fadia berhasil meraih medali perunggu di Jaya Raya Sports Hall Training Center 2017 untuk kategori ganda putri. Selain itu, ia juga sukses membawa pulang medali emas di turnamen yang sama untuk kategori ganda campuran.

Pengalaman bertanding di kedua sektor tersebut telah membentuk karakter permainan Fadia yang agresif namun tetap terukur. Banyak pelatih yang mengapresiasi kemampuannya sebagai pemain dengan refleks cepat dan positioning yang cerdas, dua elemen yang sangat penting dalam permainan ganda.

Kolaborasi Emas dengan Apriyani Rahayu dan Prestasi Tertinggi

Profil Siti Fadia Silva Ramadhanti, Pebulutangkis Muda Andalan Indonesia yang Pernah Peringkat 4 Dunia
Siti Fadia Silva (Foto: Instagram @fadiasilva_r) © 2025 Liputan6.com

Setelah pensiunnya Greysia Polii usai Olimpiade Tokyo 2020, sektor ganda putri Indonesia mengalami perubahan signifikan. Fadia kemudian dipasangkan dengan Apriyani Rahayu, yang merupakan mantan rekan Greysia dan juga peraih medali emas Olimpiade. Duet baru ini segera menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan.

Di tahun pertama mereka berkolaborasi, Fadia dan Apriyani berhasil meraih beberapa gelar bergengsi, termasuk juara di Singapore Open dan Malaysia Open. Peringkat dunia mereka pun melesat, bahkan sempat menempati posisi ke-4 dunia—merupakan pencapaian yang sangat mengesankan bagi pasangan yang baru terbentuk.

Duet ini dianggap sebagai harapan masa depan ganda putri Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, dinamika dalam latihan, cedera, dan kebijakan internal PBSI mulai menimbulkan isu mengenai kemungkinan adanya rotasi atau perubahan pasangan. Spekulasi mengenai hal ini semakin berkembang sejak akhir tahun 2024.

Prestasi Gemilang di Kancah Internasional

Siti Fadia telah mencatatkan sejumlah prestasi yang sangat mengesankan di tingkat internasional. Pencapaian-pencapaiannya yang patut dicatat meliputi:

  1. Medali Perak Kejuaraan Dunia 2023: Bersama dengan Apriyani Rahayu, Fadia berhasil melangkah hingga final dan meraih medali perak, yang menjadi tonggak sejarah bagi ganda putri Indonesia.
  2. Medali Emas SEA Games 2021: Fadia dan Apriyani berhasil meraih medali emas di kategori ganda putri pada SEA Games 2021 yang berlangsung di Vietnam.
  3. Medali Perak SEA Games 2019: Fadia juga berperan penting dalam meraih medali perak di nomor beregu putri pada SEA Games 2019 yang diselenggarakan di Filipina.
  4. Medali Emas Kejuaraan Asia Junior 2017: Dia berhasil menjuarai nomor ganda campuran di Kejuaraan Asia Junior 2017, yang menunjukkan bakatnya sejak usia muda.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, Siti Fadia membuktikan bahwa ia merupakan salah satu pebulu tangkis muda yang sangat menjanjikan di masa depan.

Langkah Baru: Fokus di Ganda Campuran dan Ganda Putri

Profil Siti Fadia Silva Ramadhanti, Pebulutangkis Muda Andalan Indonesia yang Pernah Peringkat 4 Dunia
Siti Fadia Silva (Foto: Instagram @fadiasilva_r) © 2025 Liputan6.com

Keputusan mengenai perpisahan antara Apriyani dan Fadia terungkap melalui daftar pemain yang akan berkompetisi di Taipei Open dan Thailand Open 2025. Dalam daftar tersebut, Apriyani akan berkolaborasi dengan Febi Setianingrum, sedangkan Fadia akan berkompetisi di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah dan di ganda putri dengan Lanny Tria Mayasari.

Saat ini, Siti Fadia memasuki tahap baru dalam kariernya. Ia akan berpartisipasi di Taipei dan Thailand Open dengan dua pasangan yang berbeda: Dejan Ferdinansyah di ganda campuran dan Lanny Tria Mayasari di ganda putri. Perubahan ini menjadi sebuah tantangan baru yang harus dihadapinya.

Bermain di dua sektor tentu memerlukan stamina yang lebih, fokus yang tinggi, serta kemampuan untuk membangun chemistry dengan cepat bersama dua pasangan yang berbeda. Namun, dengan pengalaman yang dimilikinya sejak masa junior, Fadia sudah cukup terbiasa menghadapi berbagai tantangan ini.

Para penggemar bulu tangkis tentunya berharap agar kolaborasi barunya dapat menunjukkan performa yang solid. Selain itu, PBSI tampaknya ingin menguji berbagai kombinasi pasangan menjelang event besar seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang akan datang.

People Also Ask

Apa saja prestasi yang diraih Siti Fadia?

Siti Fadia meraih medali perak di Kejuaraan Dunia 2023, medali emas di SEA Games 2021, dan medali perak di SEA Games 2019.

Siapa mitra bermain terbaik Siti Fadia?

Apriyani Rahayu adalah mitra bermain terbaiknya, di mana mereka telah meraih banyak prestasi bersama.

Di klub mana Siti Fadia bernaung?

Siti Fadia bernaung di klub PB Djarum, salah satu klub bulu tangkis terkemuka di Indonesia.

Rekomendasi