Ultras BF33 pendukung Persib tiru gaya suporter Italia

Senin, 23 November 2015 12:49 Reporter : Pangeran Aditya Perkasa
Ultras BF33 pendukung Persib tiru gaya suporter Italia Suporter Persib Bandung. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap suporter pendukung tim sepakbola, memiliki ciri khas berbeda-beda saat berada di Stadion. Begitu pula dengan Ultras Bobotoh Famiglia 33 (BF33), yang selalu berada di Tribun Utara di Stadion setiap Persib Bandung bertanding.

Ultras dalam bahasa latin berarti 'di luar kebiasaan'. Ciri khas mereka, yaitu pergi ke stadion secara bergerombol, juga memakai atribut seperti kaos, sweater hoodie serba hitam. Nyanyian alias chants juga kerap kali mereka serukan.

BF33 punya tempat khusus di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Biasanya menempati tribun utara atau disebut Curva Nord. Identitas mereka bisa dilihat dari bendera-bendera besar, hand banner, message banner, dan flamming banner.

Salah satu pentolan BF33, Ilham IRR, menjelaskan organisasinya mengusung semangat ultras ala Italia. Meski begitu, kelompoknya tetap mengusung jati diri Pasundan, dan enggan mengesampingkan budaya lokal.

"Kalau mengobrol tetap kita pakai bahasa Sunda sama Indonesia, karena kami berpandangan Bobotoh yang dewasa dan keren itu adalah Bobotoh yang mampu bersaing dengan gaya luar, tetapi tidak meninggalkan akar budaya sendiri," kata Ilham, Sabtu (23/11).

Ilham menjelaskan, organisasi ini resmi berdiri pada 24 Mei 2013. Awalnya, anggota Famiglia terdiri dari orang yang aktif di organisasi Bobotoh lainnya.

Tak hanya di Bandung, di luar daerah pun banyak yang bergabung dalam BF33, dan kini telah mencapai 300 orang. Anggotanya kini tersebar di Cirebon, Garut, Sumedang, Tasik, Sukabumi, Serang, Bogor, Karawang dan Indramayu.

Ilham menjelaskan, karena semakin hari pengikut-pengikut ultras makin banyak dan berkembang, jadi tidak bisa dipaksakan mendirikan organisasi ultras di dalam organisasi yang ada. Istilahnya, dia melanjutkan, tidak bisa ada negara berdiri di sebuah negara.

"Secara kita sendiri berbeda pemahaman dan gaya dukungan. Maka resmilah kita keluar dari organisasi Bobotoh tersebut dan mencoba mandiri dengan menjadi Bobotoh ultras sendiri," tuturnya.

Kelompok ini memiliki slogan 'No leader just Together', yang tak menggunakan struktur organisasi, termasuk tidak adanya jabatan ketua. "Tapi tidak lupa walaupun tidak ada struktur organisasi, tapi ada anggota-anggota lama dan para pendiri sebagai pembina dan pengarah koordinasi antar anggotanya," ujarnya.

Famiglia yang artinya keluarga, memiliki makna tidak membeda-bedakan Bobotoh, atau menganggap semua saudara asalkan sama-sama mendukung Persib. "Untuk bobotoh yang suka gaya ultras atau tidak sama sekali, kita tetap rangkul dan wellcome untuk bergabung menjadi bagian Bobotoh Famiglia," ucapnya.

Menurut dia, alasan mengambil gaya ultras dari Italia lantaran belum ada gaya suporter tersebut. Pihaknya ingin berbeda dengan organisasi Bobotoh lainnya dalam mendukung Persib.

"Banyak cara mendukung ala ultras Italia yang bisa diterapkan dalam mendukung Persib, tetapi dalam konteks yang wajar-wajar saja dan positif-nya saja, tidak semua ditelan mentah-mentah, biasanya kita tetap sharing dulu," ulasnya.

BF33 memang menjadi salah satu bukti kreatifnya Bobotoh dalam mendukung Persib. Selain kelompok ultras, ada pula organisasi Bobotoh yang bergaya ultras maupun mengusung style lainnya. Menurut Ilham dengan banyaknya organisasi pendukung Persib, justru akan menjadi kekuatan tersendiri bagi tim kebanggaan Bobotoh.

"Dengan banyaknya organisasi bobotoh saat ini menurut kami sangat positif, Bobotoh dapat memilih organisasi Bobotoh mana yang sesuai dengan jiwa dan gaya pribadi-nya. Di samping itu, Bobotoh juga bisa lebih mudah diarahkan dibimbing dan belajar berorganisasi bagaimana menjadi seorang Bobotoh yang baik," ujarnya. [mtf]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini