Beberapa waktu lalu merdeka.com telah menyajikan artikel yang membahas tentang sederet pemain bintang yang karirnya meredup bersama Chelsea. Memang tidak hanya Chelsea saja, rival sekota mereka - Arsenal juga kerap membuat seorang pemain gagal mencuat.Mereka diboyong oleh Arsenal dengan ekspektasi bakal menjadi seorang bintang di klub London Utara. Namun mereka justru gagal bersinar hingga akhirnya klub tak lagi ingin memakai jasanya. Siapa saja mereka? Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Andrey Arshavin
Mendatangkan seorang Andrey Arshavin ke Emirates Stadium adalah sebuah kejutan yang tak terduga bagi banyak orang. Sebab hal ini cukup bertolak belakangan dengan gaya seorang arsitek Arsene Wenger untuk mendatangkan pemain bintang dengan harga mahal.Arshavin sendiri di boyong dari Zenit St Petersburg dengan label sebagai pemain terbaik Euro 2008. Di musim pertamanya, pemain Rusia ini tampil cukup impresif kala mencetak 4 gol ke gawang Liverpool kala itu. Namun selebihnya dia dianggap mengecewakan. Pemain yang diboyong dengan harga 12 juta Pounds ini bahkan dianggap sebagai pemain malas.
Advertisement
Davor Suker
Dewasa ini Arsenal kemungkinan besar tidak akan pernah mampu mendatangkan pemain yang berstatus sebagai top skorer Piala Dunia. Namun pada tahun 1999 silam, The Gunners sanggup memboyong Davor Suker, bintang Kroasia di Piala Dunia 1998.Bukannya bersinar, Suker hanya bertahan selama semusim di Highbury dengan torehan 8 gol. Selain itu, pemain ini merupakan biang kegagalan Arsenal menjuarai Piala UEFA setelah gagal mencetak gol di drama adu penalti pada partai final menghadapi Galatasaray.
Advertisement
Julio Baptista
Berbicara mengenai fisik, Julio Baptista dirasa cukup mampu untuk bersaing dengan atmosfer Premier League. Nyatanya hal itu tidak pernah terjadi. Pasalnya, pemain asal Brasil ini kurang dapat beradaptasi dengan gaya permainan Wenger bersama The Gunners.Sempat menjadi buah bibir kala dirinya mencetak 4 gol saat Arsenal menghajar Liverpool 6-3 di ajang Piala Liga, performa positifnya ternyata tidak berlanjut. Bahkan selama semusim merumput di Premier League, Baptista hanya mampu menceploskan 3 gol saja.
Advertisement
Francis Jeffers
Dibeli dengan harga yang cukup mahal, 8 juta Pounds dari Everton pada tahun 2001, Francis Jeffers justru tampil sangat mengecewakan. Sempat digadang-gadang bakal jadi bintang tumpuan Timnas Inggris di masa depan, nyatanya sampai saat ini Jeffers gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Bahkan fans tidak akan banyak berargumen untuk pembelian flop yang satu ini.
Advertisement
Marouane Chamakh
Hanya 8 gol dari 40 laga bersama Arsenal. Itulah pencapaian Marouane Chamakh bersama The Guners. Cukup minim kontribusi untuk ukuran seorang striker. Padahal, sebelum datang ke Emirates dia adalah pemain yang cukup tajam kala berseragam Bordeaux.Hanya saja Arsenal sedikit diuntungkan karena Chamakh diboyong dari Bordeaux secara gratis.
Advertisement
Nicklas Bendtner
Sempat disebut sebagai striker masa depan Arsenal, Nicklas Bendtner nyatanya tak mampu membuktikan hal tersebut. Ekspektasi publik jauh dari itu. Pemain asal Denmark ini justru sering dipinjamkan ke klub lain, seperti Birmingham City (2006-2007), Sunderland (2011-2012), dan Juventus (2012-2013).Diketahui, perilaku Bendtner di luar lapangan juga kurang baik. Ada yang bilang dia sangat asombong dan kerap membuat ulah. Hal itu dianggap sebagai pemicu karirnya tak mencuat di klub manapun.