Waspadai Kondisi Happy Hypoxia atau Hipoksia yang Tak Terasa Namun Berbahaya

Kamis, 10 September 2020 10:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Waspadai Kondisi Happy Hypoxia atau Hipoksia yang Tak Terasa Namun Berbahaya Ilustrasi bernapas. ©2012 Shutterstock/Robert Kneschke

Merdeka.com - Berbagai gejala bisa dialami oleh seorang pasien yang terinfeksi COVID-19. Salah satu gejala yang pada saat ini banyak terjadi adalah happy hypoxia atau hipoksia.

Kejadian happy hypoxia pada pasien COVID-19 perlu diwaspadai. Kondisi tersebut diam-diam mengakibatkan kondisi pasien memburuk, yang semula pasien sebenarnya baik-baik saja. Ini karena terjadi penurunan kadar oksigen dalam darah yang drastis.

Dokter spesialis paru Erlina Burhan menjelaskan gambaran happy hypoxia yang terjadi pada pasien yang tampak baik-baik saja. Padahal, sebenarnya dia kekurangan oksigen.

"Seseorang yang kekurangan oksigen disebut hipoksia. Jadi, kalau diperiksa darahnya, kadar oksigennya rendah. Tetapi masih tidak sesak napas, tidak terlihat tersengal-sengal juga. Ini namanya happy hypoxia," ujar Erlina beberapa waktu lalu.

"Kenapa pasien tidak sesak napas padahal dia sebenarnya kekurangan oksigen? Ya, karena infeksi virus Corona yang cukup luas (menyerang tubuh) akan menghambat sinyal ke otak untuk memberitahu bahwa darah kita kekurangan oksigen," Erlina melanjutkan.

Baca Selanjutnya: Tidak Ada Sinyal ke Otak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini