Sejumlah Fakta Kesehatan Tersembunyi Mengenai Suplemen Pembentuk Otot
Merdeka.com - Suplemen pembentuk otot biasa digunakan sejumlah untuk untuk memperbesar massa otot. Kandungan protein yang terbentuk dari asam amino merupakan penyebab suplemen ini mampu membentuk serta memperbaiki kerusakan otot.
Di balik manfaat suplemen pembentuk otot, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memakai suplemen tersebut. Ahli Nutrisi Olahraga Mury Kuswari membeberkan, fakta seputar suplemen pembentuk otot.
1. Penggunaan Suplemen
Penggunaan suplemen tidak selalu diterapkan rutin pada atlet maupun fitness. Ada saat-saat tertentu, suplemen digunakan. Mury mencontohkan, saat sebelum kompetisi. Latihan yang terus menerus diiringi penggunaan suplemen sesuai dosis kemasan.
2. Efek Plasebo
Suplemen yang dikonsumsi, seperti dalam bentuk tablet atau pil bisa menimbulkan efek plasebo. Efek ini berupa rasa ketagihan sehingga ingin menambah dosis suplemen lebih banyak.
"Sekalinya dirasa enak dan otot terbukti besar nih, itu nanti bisa bikin seseorang pengen nambah (dosis) lagi. Ini namanya efek plasebo. Ada rasa ingin cepat-cepat otot besar dalam waktu singkat," ujar Mury yang juga Ketua Umum Indonesian Association of Fitness and Sport Nutritionist (ANOKI).
3. Aturan Penggunaan
Untuk penggunaan suplemen pembentuk otot sesuai dengan aturan yang tercantum pada kemasan. Sebelum menggunakan suplemen, Anda bisa menghitung berapa ketercukupan protein yang dibutuhkan.
"Perhitungan 2,5 gram/kg berat badan. Misal, berat badan 100 kg, yang artinya butuh 250 gram protein sehari. Penggunaaan suplemen pun tidak boleh berlebihan," ujar Mury.
4. Ginjal Rusak
Mury menekankan, suplemen pembentuk otot yang digunakan berlebihan akan memicu kerusakan ginjal. Kerja ginjal akan semakin berat dan terbebani.
5. Bukan Faktor Utama Penyebab Kanker
Menyoal suplemen pembentuk otot yang bisa menimbulkan kanker, seperti yang terjadi pada Agung Hercules yang menderita kanker otak. Mury berpandangan, suplemen bukan satu-satunya faktor utama yang menyebabkan kanker.
"Terjadinya kankerbanyak variabelnya. Bukan hanya dilihat karena penggunaan suplemen. Kita juga tidak tahu kan Agung Hercules punya kebiasaan dan pola hidup seperti apa," jelasnya.
6. Memiliki Kandungan Selain Steroid
Kandungan suplemen bukan hanya steroid--yang berperan memperbesar otot-saja. Setiap suplemen punya kandungan berbeda-beda.
"Tidak semua suplemen mengandung steroid. Setiap suplemen punya kandungan berbeda-beda. Misal, kreatin, asam amino, branched chain amino acid (BCAA)," ujar Mury.
Reporter: Fitri Haryanti HarsonoSumber: Liputan6.com
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya