Sama-sama Bersumber dari Corona, ini Perbedaan Virus asal Wuhan Tersebut dengan MERS

Senin, 3 Februari 2020 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Sama-sama Bersumber dari Corona, ini Perbedaan Virus asal Wuhan Tersebut dengan MERS Ilustrasi virus. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/dream designs

Merdeka.com - Walau sama-sama berasal dari virus corona, namun terdapat perbedaan antara penyakit yang muncul di Wuhan ini dengan flu burung dan MERS. Hal ini penting untuk diketahui bagi banyak orang.

Tim dokter penanganan penyakit infeksi menular khusus Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjelaskan perbedaan virus corona (nCoV 2019) Wuhan Cina dengan flu burung dan MERS. Indikator yang paling mencolok soal virus 2019 - nCov dengan penyakit infeksi khusus lainnya, yaitu dalam hal penyebarannya tetapi memiliki gejala yang sama.

Menurut Wakil ketua tim dokter penanganan penyakit infeksi menular khusus RSHS Bandung, Anggraeni Alam, virus corona akan menyebabkan gejala berupa sesak napas didahului dengan adanya demam 38.5 derajat celcius, batuk dan nyeri tenggorokan. Namun sebut Anggraeni, belum diketahui dengan jelas riwayat tanda serangan virus corona.

“Flu burung itu jauh lebih jelas karena ada ayam yang mati. Matinya mesti berapa banyak ? Lebih dari 10 persen (dari populasi). Oh gejalanya apa ? Memang gejalanya demikian. Kalau kita periksa foto rontgen-nya, dari jam ke jam dia akan berubah. Dan kalau diperiksa darahnya, ternyata leukositnya turun, trombositnya turun. Tapi kalau ini, kita belum mendapatkan suatu gambaran spesifik seperti itu,” kata Anggraeni di RS Hasan Sadikin, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020.

Anggraeni menjelaskan virus flu burung akan hilang, saat penderita yang mengidapnya meninggal dunia. Sehingga kini ucap Anggraeni, virus flu burung sudah tidak menjadi suatu wabah penyakit dan menjinak.

Selain itu, Anggraeni mengatakan menjinaknya virus flu burung akibat tubuh manusia kini secara otomatis sudah memiliki anti bodinya. Apalagi untuk masyarakat yang berprofesi sebagai peternak dan penjual ayam atau unggas.

“Itu kalau diperiksakan sudah ada anti-bodi. Artinya virus seperti demikianlah. Nah kita tidak tahu sifat dari novel ini. Namanya juga baru,” ujar Anggraeni.

Baca Selanjutnya: Bagaimana dengan SARS?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini