Mengenal Hipertrofi Turbinat, Gejala dan Penyebab Seperti yang Dialami Glenn Alinskie

Glenn Alinskie menceritakan pengalamannya menjalani operasi hipertrofi turbinat, sebuah kondisi yang mengakibatkan hidung tersumbat dan kesulitan bernapas.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Mengenal Hipertrofi Turbinat, Gejala dan Penyebab Seperti yang Dialami Glenn Alinskie
Glenn Alinskie [Foto: Instagram/glennalinskie] (© 2025 Liputan6.com)

Aktor terkenal Glenn Alinskie baru-baru ini menceritakan pengalaman pribadinya saat menjalani operasi untuk mengatasi hipertrofi turbinat. Kondisi ini telah mengganggu pernapasannya serta mempengaruhi kualitas hidupnya, sehingga ia memutuskan untuk melakukan tindakan medis. Dalam unggahan di Instagram, Glenn menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan prosedur tersebut dan mengingatkan orang lain untuk lebih peka terhadap gejala yang mirip.

"Terima kasih banyak atas ucapan terbaik dan doanya.. hanya ingin mengatakan bahwa Operasinya berjalan lancar dan sukses.. Terima kasih kepada dr. Ricky Yue (THT) dan dr. Margaretha (internis) serta semua orang di RSPI Puri Indah yang terlibat.. kalian benar-benar adalah perpanjangan tangan dari karya dan tangan Tuhan. Jadi, saya telah hidup dengan Hipertrofi Konka.. (Konka hidung adalah saluran sempit dan panjang yang membantu menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk melalui hidung," tulis Glenn Alinskie dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Jumat (24/1).

Hipertrofi turbinat adalah kondisi di mana konka hidung mengalami pembengkakan, yang berfungsi untuk menyaring, melembapkan, dan menghangatkan udara yang dihirup. Apabila ukurannya membesar, hal ini dapat menyebabkan sumbatan pada saluran pernapasan, infeksi berulang, hingga mimisan.

Glenn mengungkapkan bahwa sebelum menjalani operasi, ia sering mengalami gejala seperti hidung tersumbat, perubahan indra penciuman, dan mulut kering saat bangun tidur. Setelah menjalani operasi, ia merasakan perubahan yang signifikan pada aliran udara melalui hidungnya. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, ia bisa tidur tanpa mendengkur.

Dalam artikel ini, kita akan membahas gejala, penyebab, dan pengobatan hipertrofi turbinat secara mendalam, berdasarkan pengalaman Glenn dan panduan medis yang terpercaya.

Apa Itu Hipertrofi Turbinat?

Hipertrofi turbinat, yang juga dikenal sebagai pembengkakan konka hidung, terjadi ketika struktur bernama turbinat di dalam hidung mengalami pembesaran. Turbinat merupakan lekukan tulang yang dilapisi oleh mukosa, dan berfungsi untuk menyaring serta mengatur kelembapan udara yang masuk.

Namun, ketika ukurannya membesar, hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pada aliran udara di hidung. Data menunjukkan bahwa sekitar 25% dari populasi mengalami gejala hidung tersumbat, dan 42% di antaranya disebabkan oleh hipertrofi turbinat.

Gejala yang umum dialami meliputi kesulitan bernapas, hidung meler, hingga mimisan. Sayangnya, gejala-gejala ini sering kali disalahartikan sebagai flu biasa, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mungkin mengalami kondisi ini.

Penyebab hipertrofi turbinat dapat bervariasi, termasuk peradangan yang disebabkan oleh alergi, sinusitis kronis, atau bahkan kelainan bawaan seperti deviasi septum.

Gejala dan Diagnosis Hipertrofi Turbinat

Gejala yang sering muncul pada hipertrofi turbinat antara lain:

  1. Hidung terasa tersumbat dan tidak ada perbaikan.
  2. Gangguan pada indra penciuman.
  3. Mulut menjadi kering karena bernapas melalui mulut saat tidur.
  4. Adanya tekanan di area dahi dan wajah.
  5. Mimisan serta mendengkur saat tidur.

Untuk memastikan diagnosis, dokter umumnya akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, endoskopi hidung, serta CT scan.

Penyebab Hipertrofi Turbinat

Hipertrofi turbinat dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah Peradangan Akut dan Kronis. Kondisi seperti rhinitis alergi dan non-alergi sering kali menjadi penyebab utama. Ketika mukosa mengalami peradangan akibat alergi atau infeksi, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan yang menyumbat aliran udara. Selain itu, Faktor Lingkungan juga berperan. Paparan terhadap debu, asap rokok, dan polusi udara dapat memperburuk kondisi turbinat yang membengkak. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan rumah dengan rutin membersihkan alergen, seperti bulu hewan peliharaan dan lumut.

Selain faktor di atas, Kelainan Struktural juga dapat menjadi penyebab hipertrofi turbinat. Deviasi septum atau bentuk tulang hidung yang tidak normal dapat memicu pembengkakan turbinat.

Pilihan Pengobatan Hipertrofi Turbinat

Pengobatan untuk hipertrofi turbinat ditentukan oleh seberapa parah kondisi yang dialami. Terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah ini:

Obat-obatan biasanya menjadi langkah awal yang direkomendasikan. Dokter akan meresepkan antihistamin untuk mengatasi alergi, semprotan dekongestan, serta steroid hidung. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa semprotan dekongestan sebaiknya tidak digunakan lebih dari tiga hari, karena penggunaan yang berlebihan dapat memperburuk pembengkakan yang terjadi.

Operasi menjadi pilihan jika gejala tidak menunjukkan perbaikan setelah perawatan awal. Dalam hal ini, prosedur bedah minimal invasif seperti reduksi concha atau submucosal diathermy (SMD) dapat dipertimbangkan sebagai solusi yang efektif.

Perawatan Rumah juga memainkan peran penting dalam mengelola kondisi ini. Mengurangi paparan terhadap alergen dengan rutin membersihkan rumah dan menggunakan filter udara HEPA dapat memberikan bantuan yang signifikan. Selain itu, sangat dianjurkan untuk menghindari merokok di dalam ruangan agar kualitas udara tetap terjaga.

Efek Jangka Panjang dan Pencegahan

Jika tidak diatasi, hipertrofi turbinat dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan. Di antaranya adalah:

  1. Kesulitan bernapas secara kronis.
  2. Serangan infeksi sinus yang terjadi berulang kali.
  3. Kualitas tidur yang terganggu, seperti mendengkur secara terus-menerus.

Apa penyebab terjadinya hipertrofi turbinat?

Hipertrofi turbinat umumnya terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya adalah alergi, sinusitis kronis, serta kelainan struktural seperti deviasi septum.

Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengalami hipertrofi turbinat?

Gejala utama yang sering muncul antara lain adalah hidung yang tersumbat dan tidak kunjung membaik, serta adanya perubahan pada indra penciuman. Selain itu, penderita juga sering merasakan mulut kering saat bangun tidur.

Rekomendasi