Produksi Hand Sanitizer Sendiri Bisa Timbulkan Bahaya bagi Masyarakat

Selasa, 24 Maret 2020 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Produksi Hand Sanitizer Sendiri Bisa Timbulkan Bahaya bagi Masyarakat Pembuatan Hand sanitizer. ©2020 REUTERS/Stephane Mahe

Merdeka.com - Langkanya hand sanitizer di pasaran saat ini membuat banyak orang memproduksinya sendiri. Walau begitu, hal ini ternyata tak boleh dilakukan sembarangan karena bisa berujung bahaya jika tak hari-hati.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia periode 2017-2021, Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP, mengatakan, ketika seseorang tidak paham cara membuat hand sanitizer yang benar, bisa-bisa malah terbakar.

"Alkohol 96 persen itu mudah terbakar. Sulut saja dengan rokok, meledak itu," kata Aris.

Seiring semakin gencarnya seruan untuk sering mencuci tangan guna memutus rantai penyebaran Virus Corona COVID-19, orang-orang jadi berbondong-bondong membuat hand sanitizer sendiri.

Bahan-bahan yang digunakan---sebagaimana rekomendasi dari WHO---antara lain alkohol 96 persen, H202 tiga persen, glycerol, dan aquadest. Namun, kata Ari, alkohol 96 persen dan H2O2 merupakan barang-barang yang mudah terbakar.

"Itu barang berbahaya," kata Ari.

1 dari 1 halaman

Jangan Buat Hand Sanitizer Sendiri

Oleh sebab itu, Ari mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat hand sanitizer sendiri. Niatnya memang baik, karena hasil produksi tersebut tak jarang dibagikan ke orang lain, tapi perlu diingat bahwa selain karena berbahaya, juga membuat bahan bakunya kosong.

"Dokter yang bekerja di rumah sakit saat ini sudah kehabisan hand sanitizer. Panic buying sperti ini harus dihindari oleh masyarakat," katanya.

Masyarakat jugalah yang pada akhirnya mengganggu kerja dokter, kata Ari. Sebab, beberapa barang seperti masker, APD, sarung tangan, bahkan alkohol habis karena diborong masyarakat.

"Akhirnya, dokter enggak bisa ngapa-ngapain. Kalau APD tak ada, nyawa jadi taruhannya," tandasnya.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Mengenal Herd Immunity dan Bisakah Hal Ini Terjadi pada COVID-19
Hindia Belanda di Masa Flu Spanyol, Pandemi 1918 yang Membunuh Jutaan Jiwa
Avigan dan Chloroquine Bakal Digunakan untuk Obati COVID-19, Kenali Manfaat Keduanya
Membiarkan dan Meninggalkan Bayi Menangis Tidak Berdampak Buruk bagi Buah Hati
Obesitas Bisa Menular pada Remaja dengan Lingkungan yang Cenderung Gemuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini