Orangtua Miliki Peran Besar dalam Atasi Kesulitan Tidur Anak Remaja

Selasa, 25 Februari 2020 00:30 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Orangtua Miliki Peran Besar dalam Atasi Kesulitan Tidur Anak Remaja Ilustrasi remaja tidur. ©shutterstock.com/Lucky Business

Merdeka.com - Pada usia remaja, masalah sulit tidur merupakan sebuah hal yang rentan dialami. Sebuah penelitian terbaru mengungkap, bahwa orangtua memiliki peran dalam membantu remaja mengatasi masalah ini.

Dilansir dari Health 24, kurangnya tidur pada remaja ini disebut rentan membuat mereka cemas, depresi, serta memiliki keinginan bunuh diri. Remaja yang kurang tidur juga lebih rentan mengalami cedera ketika berolahraga.

Kurangnya tidur pada remaja ini ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Aktivitas yang terlalu padat, jam sekolah yang terlalu awal, konsumsi kafein, serta terlalu banyak bermain gawai bisa menjadi penyebab masalah ini.

Ketika remaja mengalami masalah ini, peran orangtua dibutuhkan agar remaja ini mudah tertidur. Beberapa cara juga bisa dilakukan orangtua yaitu mengajak anak mereka berolahraga secara rutin, membuat lingkungan yang tepat untuk istirahat, mengganti matras dengan yang lebih nyaman, serta mengurangi asupan kafein.

"Upaya yang lebih besar dari orangtua untuk mengatur waktu tidur bagi remaja antara usia 14 hingga 17 tahun berhubungan dengan durasi tidur yang lebih lama," terang peneliti Jack Peltz dari Daemen College di Amherst, New York.

1 dari 2 halaman

Pada penelitian ini, partisipan yang masih remaha diminta membuat catatan harian mengenai tidur mereka selama tujuh hari. Para orangtua juga ditanyai mengenai peraturan mengenai tidur dan jam tidur anak mereka.

Penelitian menemukan bahwa peraturan orangtua untuk idur serta jam sekolah lebih siang memiliki peran besar pada durasi tidur, energi di siang hari, serta gejala depresi. Namun pada penelitian juga diketahui bahwa lebih dari 50 persen orang tua tidak cukup ketat dalam memaksa anak mereka untuk tidur.

Tim peneliti juga mengetahui bahwa memaksa waktu tidur yang spesifik pada remaja cukup sukar. Namun, melakukan hal ini bisa membantu meningkatkan kesehatan mental mereka.

"Secara ideal, orangtua seharusnya bisa bekerja secara kolaboratif dengan anak remaja mereka untuk memperbaiki jam tidur yang masih memndukung otonomi dari anak," terang Petlz.

2 dari 2 halaman

Peneliti lain, Dr. Heidi Connolly dari Rochester University mengakan bahwa sebagian besar remaja membutuhkan tidur antara 9 hingga 10 jam setiap malam.

"Hal ini lebih sulit bagi remaja untuk tidur lebih awal dibanding lebih malam karena ritme sirkadian mereka," jelas Connolly.

"Oleh karena itum sangat penting bagi SMA untuk memulai sekolahnya lebih lambat," sambungnya.

Tidur cukup dapat diartikan sebagai merasa cukup istirahat pada siang hari. Hal ini juga ditandai dengan bangun di jam biasa bahkan ketika bisa tidur lebih lama. [RWP]

Baca juga:
Kurang Tidur Bisa Mendorong Seseorang untuk Mengonsumsi Lebih Banyak Makanan Manis
Mencium Aroma Tubuh Pasangan Bisa Jadi untuk Tingkatkan Kualitas Tidur
Ingin Tidur Nyeyak saat Hidung Mampet? Ini Tips Mudah untuk kamu Terapkan
Sering Susah Tidur? Jadi Vegan Bisa Buat Kamu Lebih Mudah Terlelap

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini