Nilai Nutrisi yang Sama pada Makanan Ternyata Memiliki Efek yang Berbeda pada Tubuh

Rabu, 26 Juni 2019 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Nilai Nutrisi yang Sama pada Makanan Ternyata Memiliki Efek yang Berbeda pada Tubuh Ilustrasi sayur organik. Shutterstock/578foot

Merdeka.com - Ketika menurunkan berat badan, kerap kali kita bertukar informasi dengan kawan mengenai cara apa yang efektif atau makanan apa yang lebih sehat. Dengan melakukan hal ini, kita berharap bisa bertukar info dan memperoleh hasil yang sama.

Salah satu hal yang dicermati adalah nilai nutrisi yang di dalamnya, tak peduli walau jenis makanan tersebut berbeda. Namun rupanya nilai nutrisi yang sama bisa memiliki efek yang berbeda jika jenis makanannya tak sama.

Dilansir dari Medical News Today, hasil penelitian ini dipublikasikan pada jurnal Cell Host & Microbe. Para partisipan di penelitian ini dipelajari bagaimana sampel kotoran dan pola makan mereka selama 17 hari untuk mencermati bagaimana makanan berbeda dengan kandungan nutrisi yang sama mempengaruhi mikroba di usus.

Pada penelitian ini, terdapat 34 partisipan yang diminta untuk mencatat apa pun yang mereka konsumsi selama 17 hari. Tim peneliti kemudian mengumpulkan sampe kotoran yang dihasilkan setiap harinya.

Dan Knight, peneliti dari temuan ini yang bekerja di University of Minnesota, Minneapolis menyatakan bahwa temuan ini menghasilkan tantangan berbeda. Mereka menemukan yang memiliki profil nutrisi sama ternyata tak memiliki efek mikroba sama.

"Kami harus berpikir lebih keras dan menghadirkan pendekatan baru untuk mengukur dan membandingkan antara makanan yang berbeda," jelas Dan Knight.

Peneliti kemudian mengembangkan hierarki dan struktur dari makanan ini. Mereka mengidentifikasi bagaimana dekat hubungan antara makanan ini untuk menghasilkan data statistikal.

Para peneliti menemukan bahwa makanan yang berhubungan, seperti misalnya bayam dan kale memiliki efek yang mirip pada mikroba. Sebaliknya makanan yang tak memiliki hubungan, walau memiliki kandungan nutrisi sama namun menghasilkan efek yang berbeda.

Penelitian lebih lanjut mungkin dibutuhkan untuk menentukan bagaimana mengubah mikroba di usus seseorang untuk mendapatkan manfaat kesehatannya. Hal ini disebut tak bisa semudah melihat nilai nutrisi yang dikandung makanan semata.

"Mikroba telah lama dihubungkan dengan berbagai kondisi manusia, termasuk penyakit metabolisme, penyakit otoimun, dan infeksi, sehingga terdapat keinginan yang kuat untuk memanipulasi mikroba dengan pola makan secagai cara mempengaruhi kesehatan," tandas Knight. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini