Mengapa Kita Menyukai Rasa Takut? Secara Psikologis, Ini Alasannya

Sabtu, 9 November 2019 00:26 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Mengapa Kita Menyukai Rasa Takut? Secara Psikologis, Ini Alasannya Ilustrasi nonton film. ©shutterstock.com/Deklofenak

Merdeka.com - Film horor merupakan salah satu genre film yang paling disukai di Indonesia. Beragam film horor menghiasi bioskop kita dan biasa diminati banyak orang.

Kegemaran seseorang pada film ini disebabkan karena kesukaan yang memang dimiliki banyak orang terhadap rasa takut. Sebenarnya apa penyebab banyak orang menyukai rasa takut?

Dilansir dari Medical Daily, menurut pakar, tendensi seseorang untuk menyukai ketakutan mungkin disebabkan karena mekanisme deteksi agensi. Hal itu merupakan reaksi siaga yang bisa meningkatkan rasa terangsang atau perhatian, bahkan keduanya.

Menurut psikolog, Frank T. Mcandrew, ketika terdapat suatu hal yang secara potensial bisa menyakiti diri, kita biasanya diprogram untuk bertindak dengan cara tertentu. Hal ini juga dapat terjadi bahkan ketika tidak ada ancaman sama sekali.

Rasa takut ini dianggap McAndrew sebagai kecemasan yang merangsang kita karena ambiguitas terkait apakah ada seseorang yang ditakuti, dan atau ambiguitas mengenasi kondisi alami dari kecemasan ini.

1 dari 1 halaman

Mengapa Kita Suka Ditakuti?

Menurut sosiolog, Margee Kerr, hal ini disebabkan karena jenis euforia tertentu.

"Ketika kita berada di tempat aman, kita bisa menginterpretasi bahwa repons ancaman sebagai respons rangsang tinggi seperti kegembiraan. Respons ini dipicu dengan hal yang tak bisa diprediksi. Namun ketika kita berada di tempat aman dan kita mengetahuinya, hal itu hanya terjadi kurang dari sedetik bagi kita untuk mengingat bahwa kita tidak berada dalam bahaya. Selanjutnya, kita bakal menjadi menikmatinya. Euforia seperti ini. Hal itu mengapa kamu bakal menemukan orang yang berubah dari teriak menuju tertawa," terang Kerr.

Hal ini juga memberi kita perasaan sudah mencapai sesuatu karena hal ini pada darasnya menekanmu dan membuatmu melewatinya. Hal ini juga bisa menjadi pengikat secara sosial karena ketika ditakuti bersama bisa membentuk memori yang sangat kuat bagi seseorang untuk diingat dalam jangka panjang. [RWP]

Baca juga:
Nomophobia, Ketakutan yang Kamu Alami Ketika Takut Jauh dari Ponsel
Berkumpul Bersama Teman dan Keluarga Bisa Buat Seseorang Jadi Kebanyakan Makan
Puasa Dopamin, Tren Teknologi Baru yang Populer di Silicon Valley
Orang yang Memiliki Tato Punya Perilaku Lebih Impulsif

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini