Gara-gara abaikan kanker kulit, pria India nyaris kehilangan alat vital

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:16 Reporter : Tantri Setyorini
Gara-gara abaikan kanker kulit, pria India nyaris kehilangan alat vital Ilustrasi penis. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Kejantanan seorang pria berusia 82 tahun dari India nyaris terlepas akibat kanker yang tidak diobati dengan benar. Kasus ini dipublikasikan melalui BMJ Case Report.

Melansir dari Men's Health pada Jumat (17/8), pria yang tidak disebutkan namanya itu pertama kali pergi ke fasilitas perawatan primer dan mengeluh bahwa dia menderita tukak di alat kemaluannya selama setahun. Dia juga menderita bengkak di pangkal paha selama dua bulan, dan alat vitalnya mengalami penipisan kulit selama sebulan.

Dokter memberinya antibiotik untuk mengeringkan area yang bengkak. Ketika dia dirujuk ke penulis laporan tersebut sekitar dua minggu kemudian, sebuah pemeriksaan mengungkapkan bahwa sebagian alat vitalnya terlepas dan hampir jatuh. Inilah yang disebut dengan istilah fenomena amputasi otomatis.

Dokter pun menguji jaringan yang tersisa dan menemukan bahwa pasien menderita sejenis kanker kulit yang disebut karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker ini biasanya menyebabkan bercak merah bersisik, luka terbuka, dan kutil.

Kanker pria itu menyebar dengan cepat. Sehingga, dia diberikan perawatan paliatif untuk membantunya dalam mengelola gejalanya. Sayangnya, dia meninggal 15 hari setelah mengunjungi rumah sakit.

Dr. Gaurav Garg di King George's Medical University, India yang merawat pasien tersebut mengatakan kanker tersebut menyebar dengan cepat karena tidak diberikan perawatan medis.

"Kami telah melihat bahwa karsinoma sel skuamosa penis yang tidak diobati bermetastasis ke selangkangan dan paru-paru dalam rentang tiga sampai enam bulan jika tidak dilakukan intervensi," katanya.

Namun, kemungkinan hal ini terjadi pada pria masih terhitung kecil. Sampai saat ini, ada kurang dari 10 contoh amputasi otomatis pada penis karena karsinoma sel skuamosa.

Bagaimana pun kesehatan alat vital memang harus diperhatikan dengan seksama. Selain mempertahankan kebersihan, si pemilik organ harus berinisiatif memeriksakan diri jika dirasa ada abnormalitas. Dengan begitu bisa dilakukan tindakan medis yang memadai agar tidak terjadi hal tak diinginkan di kemudian hari.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini