Layanan Pesan Antar Makanan jadi Penyebab Meningkatnya Penyakit Jantung di Indonesia

Minggu, 13 Oktober 2019 08:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Layanan Pesan Antar Makanan jadi Penyebab Meningkatnya Penyakit Jantung di Indonesia Ilustrasi Kesehatan Jantung. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Csaba Deli

Merdeka.com - Pada saat ini, masyarakat bisa sangat mudah menikmati makanan yang diinginkan berkat adanya layanan pesan antar. Namun ternyata hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Mudahnya memperoleh makanan bisa menyebabkan tidak terkontrolnya konsumsi kita sehari-hari. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada jumlah pasien penyakit jantung di Indonesia.

"Perubahan ini berpengaruh pada peningkatan jumlah penderita penyakit jantung. Karena dipengaruhi oleh perubahan perilaku dan gaya hidup seseorang," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dr. Cut Putri Ariane, MH.Kes .

Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2016, jumlah pasien dengan penyakit jantung ada sebanyak 0,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan pada 2018 meningkat menjadi 1,5 persen.

Perubahan tersebut dilatarbelakangi oleh transisi yang terjadi di masyarakat. Sehingga juga mendorong perubahan pada jumlah penderita penyakit jantung.

"Penyakit jantung bisa kita cegah dengan mengubah perilaku dan pola hidup sehari-hari," kata Cut.

1 dari 1 halaman

Perubahan Pola Hidup yang Harus Dilakukan

Perubahan pola hidup dapat dilakukan dengan mengurangi risiko dari merokok dan meningkatkan aktivitas fisik.

Mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang berlebihan juga dapat berperan dalam menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Mendukung hal ini, Kemenkes juga menerapkan aturan yang lebih optimal pada tujuh tatanan. Salah satunya aturan mengenai adanya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai tempat, seperti:

1. KTR di Fasilitas Layanan Kesehatan

2. KTR di Tempat Kerja

3. KTR di Tempat Belajar Mengajar

4. KTR di Tempat Bermain Anak

5. KTR di Fasilitas Umum

6. KTR di Angkutan Umum

7. KTR di Tempat Ibadah

"Masyarakat juga harus menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan cara meningkatkan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, cek kesehatan secara berkala, serta diet yang seimbang," jelas Cut.

Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Dendy Mikes Meninggal, Dokter Spesialis Jantung Ingatkan untuk Periksa Kesehatan
Radang Tenggorokan yang Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung Rematik
Beraktivitas dan Berolahraga Saat Sakit Flu Bisa Timbulkan Masalah pada Jantung
Usai Berhenti Merokok, Berapa Lama Waktu Hingga Jantung Kembali Pulih?
Kram di Kaki Bisa Jadi Tanda adanya Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Melihat Tindakan Katerisasi di RS Jantung Diagram

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini