Kenali Penyebab Terjadinya Rinitis Alergi yang Sebabkan Pilek dan Bersin-Bersin

Selasa, 24 Januari 2023 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Kenali Penyebab Terjadinya Rinitis Alergi yang Sebabkan Pilek dan Bersin-Bersin ilustrasi alergi. ©www.pediatriccenterofroundrock.com

Merdeka.com - Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, beragam gejala seperti bersin, pilek, atau sakit tenggorokan merupakan sebuah hal yang kita takuti. Walau begitu, munculnya gejala ini tidak berarti bahwa kita terinfeksi virus tersebut karena terdapat kondisi lain yang mungkin bisa menyebabkan gejala ini.

Gejala seperti bersin, hidung mampet, hidung gatal, dan sakit tenggorokan bisa jadi gejala terjadinya rinitis alergi. Kondisi ini biasa juga disebut sebagai hay fever dan bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab.

Dilansir dari Cleveland Clinis, Rinitis alegi merupakan reaksi alergi yang muncul akibat partikel kecil di udara yang disebut sebagai alergen. Ketika kamu mengisap alergen melalui hidung dan mulut, tubuh bereaksi dengan mengeluarkan zat kimia bernama histamin.

Alergen ini terdapat di udara dan bisa muncul baik di dalam maupun luar ruangan. Penyebab umum munculnya alergen ini meliputi tungau, debu, kutu, maupun serbuk sari.

Gejala dari rinitis ini bisa meliputi bersin tak terkendali, hidung mampet, serta iritasi pada hidung, tenggorokan, mulut, dan mata. Walau sebabkan bersin dan pilek, namun masalah kesehatan ini tidak menular ke orang lain.

Rhinitis alergi merupakan masalah kesehatan yang bisa sangat umum dialami. Masalah kesehatan ini juga bisa dialami oleh seseorang kapan saja baik di dalam maupun di luar ruangan.

Munculnya alergi ini pada seseorang bisa disebabkan karena faktor keturunan. Selain karena faktor keturunan, masalah kesehatan ini juga rentan dialami oleh mereka yang memiliki asma dan ruam.

2 dari 3 halaman

Penyebab Rinitis

Rinitis alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi pada iritan di udara. Iritan atau alergen ini berukuran sangat kenyil sehingga dapat terhirup dengan mudah ke mulut atau tenggorokan.

bagi sebagian besar orang, alergen ini sesungguhnya tidak berbahaya. Namun jika kamu memiliki rinitis alergi, sistem kekebalan tubuh mencoba melindungi tubuh dengan melepaskan senyawa alami pada aliran darah.

Zat yang dikeluarkan oleh tubuh ini bernama histamin. Interaksi alergen dengan histamin ini menyebabkan peradangan pada membran lendir di hidung, mata, dan tenggorokan yang menyebabkan rasa gatal ketika terjadi penolakan pada alergen.

Sejumlah alergen yang bisa menjadi penyebab rinitis alergi adalah:

- tungau
- Sebuk sari
- sel kulit mati
- jamur ruangan
- kecoak
- alergi makanan

3 dari 3 halaman

Gejala Rinitis

Rinitis alergi ini bisa muncul kapan saja dan bisa semakin memburuk pada kondisi tertentu. Hal ini bisa semakin parah terutama pada kondisi berdebu dan angin kencang.

Gejala dari rinitis meliputi:

- Hidung buntu, berair, dan bersin-bersin
- Gatal di hidung, tenggorokan, dan mata
- Sakit kepala
- Nyeri di sinus
- Lingkaran hitam di bawah mata
- Meningkatnya jumlah lendir di hidung dan tenggorokan
- Rasa lelah dan tak nyaman
- Sakit tenggorokan
- Bersin, batuk, dan kesulitan bernapas

Pada mereka yang menderita rinitis, konsumsi obat tertentu bisa sangat membantu dalam mengurangi dan menghentikan gejala yang muncul. Walau begitu, jika masalah ini sudah sangat mengganggu dalam aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga:
Bisa Sebabkan Luka, Balita Disarankan Tak Bermain Lato-lato
Mengapa Bayi Mengalami Gumoh Setelah Makan? Ini 3 Penyebabnya
Perlunya Penyintas Kanker Anak untuk Tetap Melakukan Aktivitas Fisik
Penyintas Kanker Anak Perlu Hindari Ultra Processed Food

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini