Kenali Berbagai Jenis Vaksin Booster yang Disediakan Pemerintah
Merdeka.com - Pandemi COVID-19 membuat semua orang mencari cara untuk melindungi diri agar tidak terjangkit virus corona, salah satunya adalah dengan melakukan vaksin booster. Banyak jenis vaksin booster yang disediakan oleh pemerintah.
Mungkin Anda akan merasa kesulitan untuk memahami berbagai jenis vaksin booster untuk covid ini. Vaksinasi dosis 3 atau booster COVID-19 merupakan vaksinasi dengan jenis vaksin yang sama (homolog) ataupun beda (heterolog) dengan vaksinasi primer dosis 1 dan 2.
Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih jenis vaksin booster. Terdapat aturan dari Kementerian Kesehatan yang perlu Anda perhatikan.
Jenis Vaksin Booster untuk Sinovac
Terdapat beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebagai booster, yaitu AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer. Ketiga vaksin tersebut dinilai cukup efektif untuk meningkatkan antibodi dan melindungi diri dari varian Omicron.
Akan tetapi, jenis vaksin booster tersebut tidak bisa digunakan oleh semua orang. Terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatikan sesuai dengan kondisi kesehatan penerima vaksin, yaitu sebagai berikut.
Besaran dosis yang diterima akan disesuaikan dengan rekomendasi yang sudah diberikan Badan POM. Berikut ini beberapa kombinasi vaksin booster yang didasarkan pada pertimbangan para peneliti yang sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI, meliputi:
Kategori Jenis Vaksin Booster untuk Covid

vaksin Moderna © pixabay.com/mufidpwt
Secara umum, terdapat enam jenis vaksin yang dapat digunakan sebagai booster, yaitu CoronaVac/Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, Zifivax, dan Sinopharm. Sebelum memilih vaksin booster, penting untuk memperhatikan kategorinya.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander Ginting menjelaskan mengenai kategori vaksin booster. Pada dasarnya, vaksin booster dibagi menjadi dua kategori, yaitu
● Vaksin Homolog
Vaksin homolog merupakan jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap di awal sama dengan jenis vaksin booster. Dengan begitu, vaksin yang diambil pertama, kedua, dan ketiga memiliki vaksin dengan jenis yang sama. Misalnya Sinovac, Sinovac, dan boosternya Sinova/CoronaVac.
● Vaksin Heterolog
Vaksin heterolog yakni vaksin 1 dan vaksin 2 sejenis, tetapi boosternya bisa berbeda jenis vaksin. Misalnya Sinovac, Sinovac, dan boosternya Moderna.
Jenis Vaksin Booster untuk Lansia

vaksin booster Pfizer-BioNTech COVID-19 © Wikimedia Commons/Arne Müseler
Lansia bisa mendapatkan vaksin booster dengan jarak minimal tiga bulan setelah menerima vaksinasi dosis kedua. Hal tersebut didasarkan pada Surat Edaran No SR.02.06II/1123/2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) bagi Lansia.
Untuk vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi vaksin booster lansia dapat memilih vaksin yang homolog (sama dengan vaksin dosis 1 dan 2) maupun heterolog (berbeda dengan vaksin dosis 1 dan 2). Vaksin yang dipilih juga disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah.
Di bawah ini merupakan beberapa kombinasi antara vaksin primer dan vaksin booster yang dapat dipilih, yaitu:
Vaksin Primer Sinovac
Jika vaksin primer yang didapatkan sebelumnya adalah Sinovac, maka lansia bisa mendapatkan ½ dosis Pfizer, ½ dosis AstraZeneca, atau 1 dosis Moderna.
Vaksin Primer AstraZeneca
Jika vaksin primer yang didapatkan sebelumnya adalah AstraZeneca, maka lansia bisa mendapatkan ½ dosis Moderna, ½ dosis Pfizer, atau 1 dosis AstraZeneca.
Vaksin Primer Pfizer
Jika vaksin primer yang didapatkan sebelumnya adalah Pfizer, maka lansia bisa menggunakan vaksin booster 1 dosis Pfizer 1 dosis AstraZeneca ½ dosis Moderna.
Vaksin Primer Moderna
Jika vaksin primer yang didapatkan sebelumnya adalah Moderna, maka lansia dapat menerima vaksin booster Moderna ½ dosis.
Pemberian setengah dosis tetap dapat meningkatkan level antibodi di dalam tubuh. Hal ini memiliki tingkat efektivitas yang relatif sama dengan vaksin dosis penuh. Dosis setengah ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengurangi dampak Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih ringan.
Demikian berbagai jenis vaksin booster yang bisa Anda pertimbangkan. Cari informasi terkait vaksinasi di sekitar Anda.
(mdk/mgt)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya