Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jus grapefruit maksimalkan kinerja obat kanker

Jus grapefruit maksimalkan kinerja obat kanker Ilustrasi jus grapefruit. ©shutterstock.com/kaband

Merdeka.com - Selama ini dokter selalu mewaspadai efek grapefruit saat dikonsumsi bersamaan dengan obat kanker. Namun faktanya sebuah penelitian menunjukkan bahwa jus grapefruit justru bisa memberikan dampak yang baik bagi penderita kanker. Tak hanya menurunkan dosis obat, jus grapefruit bisa jadi salah satu cara pasien kanker menghemat biaya pengobatan.

Ilmuwan dari University of Chicago Medicine mengamati sirolimus, obat untuk pasien kanker. Mereka mengetahui bahwa hanya 14 persen obat saja yang bisa diserap oleh pasien. Menggunakan dosis tinggi hanya akan mengakibatkan efek negatif yang lebih bear. Untuk itu, para ilmuwan mencoba mencari suplemen yang bisa meningkatkan penyerapan sirolimus. Di sinilah khasiat grapefruit diperlukan.

Sebelumnya FDA telah melarang konsumsi grapefruit saat memakai obat-obatan yang berkaitan dengan kolesterol dan antihistamines karena dapat mengakibatkan over dosis. Namun menurut Dr Ezra Colen, ketua penelitian, hal ini tak masalah.

"Itu bukan masalah. Jus grapefruit akan membantu pasien menyerap lebih banyak sirolimus di aliran darah mereka," kata Cohen pada ABC News (07/08).

Penggunaan jus grapefruit terbukti berhasil meningkatkan asupan sirolimus hingga 350 persen dan menurunkan dosis obat yang diperlukan hingga 25 - 35 mg per minggu. Sebelumnya pasien harus mengonsumsi obat dengan dosis 90 mg per minggu.

"Ini tak hanya tentang mengurangi dosis obat, tetapi juga mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk perawatan pasien kanker hingga setengah atau 1/3," tambahnya.

Mengapa harus jus grapefruit? Sebelumnya para peneliti telah menggunakan buah grapefruit saja, namun tak berhasil. Zat bernama furanocoumarin dalam buah grapefruit mencegah penyerapan obat-obatan sehingga penggunaannya tak maksimal. Saat grapefruit telah berubah bentuk menjadi jus, kadar furanocoumarin berkurang hingga tak ada sama sekali.

Sayangnya penelitian ini tak menunjukkan bahwa sirolimus kurang efektif untuk digunakan melawan kanker. Namun Cohen mengatakan bahwa ini dikarenakan mereka tak menggabungkan sirolimus dengan obat lainnya.

"Ini memang bukan penemuan obat baru untuk kanker, namun ini adalah penemuan yang baik untuk melihat penggunaan obat dan makanan yang mampu membantu perawatan kanker," kata Dr Jerry Avorn dari Harvard Medical School. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP