Jangan Keliru, Begini Cara Bedakan Anak Stunting dengan Berpostur Pendek

Selasa, 15 November 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Jangan Keliru, Begini Cara Bedakan Anak Stunting dengan Berpostur Pendek Ilustrasi pertumbuhan anak. ©Shutterstock

Merdeka.com - Salah satu tanda umum dari stunting yang dialami anak adalah postur tubuh yang tidak bertumbuh tinggi. Namun, orangtua tidak boleh lantas menyamakan semua anak yang memiliki postur pendek sebagai anak yang mengalami stunting.

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Aman Bhakti Pulungan mengatakan bahwa anak postur pendek bukan berarti stunting namun tetap harus diperiksa tumbuh kembangnya.

"Stunting adalah pendek tapi tidak semua anak pendek itu stunting," ujar Prof Aman beberapa waktu lalu dilansir dari Antara

Menurut WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Salah satu indikator dari anak stunting adalah tinggi badannya tidak berkembang sesuai dengan usia anak. Stunting juga berpengaruh pada perkembangan otak anak yang dampak pada kecerdasaannya.

Prof Aman mengatakan untuk mendefinisikan anak bertubuh pendek mengalami stunting atau tidak, bisa dilihat berdasarkan tabel pertumbuhan.

2 dari 2 halaman

Apabila tinggi dan berat badan anak tidak mengalami pertumbuhan maka dia bisa dikatakan mengalami stunting. Sedangkan anak yang memiliki berat badan normal namun tidak bertambah tinggi dapat diperhatikan dengan melihat genetik keluarga.

"Kalau pendek karena keluarganya pendek ya kita bisa hitung dari potensi genetik, tinggi badan orangtua dan biasanya dia beratnya normal," kata Prof Aman.

"Tapi jangan dikasih makan berlebihan nanti dia akan obese (berat badan berlebih). Kurva berat dan tinggi ini yang jadi kuncinya," lanjutnya.

Akan tetapi, Prof Aman juga mengatakan anak yang pertumbuhan tinggi badannya tidak berkembang harus diperiksa kepada ahli untuk dilihat apabila terjadi kelainan genetik.

"Kalau dia pendek karena kelainan genetik bisa diperiksa, kelainan genetiknya itu bisa russel silver syndrom," ujar Prof Aman.

Prof Aman mengingatkan agar orangtua selalu memperbarui pengetahuan dan terus belajar tentang tumbuh kembang anak. Menurutnya, ini sangat berguna untuk mencegah terjadinya stunting.

"Kita harus paham bahwa pendek itu karena adanya malnutrisi dan infeksi kronik. Stunting enggak tiba-tiba, ada penyebabnya," tandasnya. [RWP]

Baca juga:
Kenalkan Variasi Makanan Anak Sejak Dini demi Kesehatan di Masa Mendatang
Orangtua Perlu Tahu! Begini Cara Anasi Anak Tak Suka Sayur
Hanya Mengandung Karbohidrat, Air Tajin Tidak Bisa Gantikan Susu
Orangtua Miliki Peran Penting dalam Jaga Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini