Ibu depresi sebabkan bayi terlambat bicara

Kamis, 11 Oktober 2012 13:08 Reporter : Kun Sila Ananda
Ibu depresi sebabkan bayi terlambat bicara Ilustrasi ibu depresi. ©Thinkstock photos/ Getty Images

Merdeka.com - Peneliti menemukan bahwa depresi yang dirasakan oleh ibu dan obat anti depresi tertentu berdampak buruk pada perkembangan bahasa anak. Akibatnya, anak jadi lambat berbicara dan belajar bahasa.

Ilmuwan menemukan bahwa pengobatan depresi yang dilakukan ibu menggunakan SSRIs (selective serotonin re-uptake inhibitors) dapat mempercepat kemampuan bayi untuk membiasakan diri dengan suara dan bahasa ibu mereka. Namun jika depresi tersebut tak diobati, maka akan mempengaruhi waktu penyerapan dan pembiasaan diri bayi terhadap bahasa ibu.

"Ini adalah penelitian pertama yang melihat efek depresi pada ibu serta pengobatannya terhadap perkembangan kemampuan bayi berbahasa," jelas Janet Werker, profesor psikologi di University of British Columbia, seperti dilansir oleh Health Me Up (11/10).

Penelitian ini dilakukan pada tiga kelompok ibu yang diberikan pengobatan anti depresi menggunakan SRIs, yang mengalami depresi tanpa pengobatan, dan yang mengalami tanda-tanda depresi.

Dengan mengamati detak jantung, dan pergerakan mata bayi terhadap video dan audio menggunakan bahasa ibu serta bahasa asing. Perkembangan bayi diteliti dalam tiga periode waktu, termasuk usia enam dan 10 bulan.

Tak hanya itu, peneliti juga mempelajari detak jantung bayi yang belum lahir, yaitu ketika kandungan berusia 36 minggu.

"Penelitian ini sekali lagi mengingatkan bahwa keadaan mental ibu yang buruk merupakan masalah kesehatan terbesar bagi ibu dan bayinya," jelas Tim Oberlander, profesor perkembangan anak di UBC. [kun]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini