Gejala Hepatitis Kerap Masih Belum Terlihat pada Masa Awal Penularan

Kamis, 30 Juli 2020 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Gejala Hepatitis Kerap Masih Belum Terlihat pada Masa Awal Penularan

Merdeka.com - Ketika baru terinfeksi virus hepatitis, kadang kala seseorang tidak menunjukkan gejala. Hal ini membuat kadang masalah kesehatan ini telat disadari.

Hal ini diungkap oleh Fardah Akil, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) cabang Makassar dalam sebuah seminar daring bersama Kalbe beberapa waktu lalu.

"Gejala-gejala hepatitis tidak akan kita lihat pada minggu pertama setelah infeksi akut," ujarnya.

"Umumnya, ini masuk ke dalam keluhan yang tidak khas. Jadi bisa keadaan dalam simptomatik atau dalam keadaan yang tanpa gejala atau asimptomatik."

Fardah mengungkapkan, gejala-gejala hepatitis secara umum yang bisa muncul antara lain demam yang tidak terlalu tinggi, menggigil, mual, muntah, tidak nafsu makan, dan lemas atau letih karena penyakit ini menyerang hati yang merupakan gudang energi.

"Yang memang agak sedikit khas kadang-kadang pasien datang dengan nyeri perut di kanan bagian atas. Itu adalah lokasi di mana liver itu berada," ujarnya dalam seminar terkait peringatan hari hepatitis sedunia itu.

1 dari 1 halaman

Gejala Penyakit Hepatitis B yang Perlu Diketahui dan Cara Pencegahannya

"Yang agak khas sedikit adalah kencing menjadi kuning atau seperti teh. Itu yang khas dan dilihat pada masa sakit disertai dengan mata atau kulit menjadi kuning."

Fardah mengatakan, seringkali pasien hepatitis kronis seringkali tidak akan memperlihatkan gejalanya.

"Kalau misalnya mereka dengan hepatitis kronis ini mulai bergejala, berarti itu sudah menandakan hatinya sudah mengalami kerusakan misalnya yang paling berat itu sirosis," katanya.

Sekretaris Jenderal PPHI Andri S. Sulaiman mengatakan bahwa hepatitis merupakan salah satu penyakit menular yang harus mendapatkan perhatian dari masyarakat. Di Indonesia sendiri, hepatitis B merupakan jenis yang paling banyak menginfeksi penduduk di Indonesia.

Cara terbaik saat ini untuk mendiagnosis hepatitis B adalah dengan tes darah.

"Jika seseorang tidak terinfeksi, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan," tandasnya.

Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Olahraga di Tempat Berpolusi Udara Tinggi Bisa Membantu Turunkan Tekanan Darah
Bukan Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Mendapat Manfaat dari Bermain
Orangtua Perlu Jadi Sahabat Anak di Masa Membentuk Identitas Diri
Sejumlah Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Melakukan Olahraga di Luar Ruangan
Ketahui Sejumlah Dampak Positif dan Negatif dari Sejumlah Posisi Tidur

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Fakta Kesehatan
  3. Hepatitis
  4. Tips Sehat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini