Begini Sebenarnya Penyembuhan yang Terjadi dalam Terapi Bekam

Selasa, 4 Desember 2018 19:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Begini Sebenarnya Penyembuhan yang Terjadi dalam Terapi Bekam Terapi bekam di Mesir. ©REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Merdeka.com - Sebagai salah satu metode pengobatan tradisional, bekam atau kop bukanlah suatu hal yang asing. Metode pengobatan ini mulai menjadi salah satu cara pengobatan tradisional yang dikenal secara global.

Bekam sendiri dipercaya dapat meningkatkan aliran darah di seluruh tubuh. Dilansir dari Men's Health, Houman Danesh, M.D., asisten profesor dari pengobatan anestesi dan rehabilitasi Rumah Sakit Mount Sinai menyebut bahwa aliran darah merupakan cara tubuh menyembuhkan diri secara natural. Dalam proses pengobatan yang dilakukannya, Danes kerap mengombinasikan bekam dengan teknik umum terapi.

"Meningkatnya aliran darah dapat berpengaruh positif pada dimulainya kembali respons penyembuhan yang sebelumnya menurun," jelas Houman Danesh, M.D.

Reid Blackwelder, M.D., mantan ketua dari American Academy of Family Physicians menyebut bahwa bekam dapat juga dianggap sebagai suatu bengkak yang steril. Pasalnya, proses bekam menarik darah dari pembuluh ke jaringan Saraf. Proses ini membuat tubuh berpikir bahwa ada cedera yang sedang terjadi karena pembengkakan sehingga antibodi bergerak ke daerah tubuh tersebut dan berusaha menyembuhkannya.

Sebagai suatu cara pengobatan, terapi bekam memiliki risiko yang amat kecil. Salah satu hal yang tampak hanyalah bengkak serupa bekam ketika terjadi proses penarikan pada kulit.

"Darah yang keluar dari pembuluh menuju jaringan Saraf, adalah hal yang tampak dari bekam ini," jelas Dr. Blackwelder.

"Hal ini sangat normal sebagai bagian dari terapi, serta tidak menyakitkan," sambungnya.

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa terapi bekam dapat membantu mengurangi berbagai rasa sakit. Berbagai penyakit seperti sindrom lorong karpal, nyeri otot pinggang, serta nyeri leher kronis merupakan beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan bekam.

Terkait bekam ini, Dr. Blackwelder sebenarnya cukup sangsi dengan manfaatnya dan menganggap bahwa manfaat dari bekam disebabkan karena efek placebo yang ditimbulkanya. Walau begitu, dia juga menyebut bahwa hal ini tergantung pada pasien yang mengalami terapi. Jika seseorang menganggap bahwa terapi itu bermanfaat, maka kondisinya akan membaik. Efek Placebo sendiri dianggap memiliki pengaruh yang sangat besar pada pengobatan seseorang.

"Itu (bekam) dapat menjadi tambahan yang sebagai terapi. Risiko yang dimunculkan sangat kecil," tandas Dr. Blackwelder. [RWP]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini