Apakah Benar Bahwa Air Liur Bisa Membantu Mempercepat Pengobatan Luka?

Kamis, 28 November 2019 15:12 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Apakah Benar Bahwa Air Liur Bisa Membantu Mempercepat Pengobatan Luka? ilustrasi luka kecil. ©www.wikihow.com

Merdeka.com - Salah satu kebiasaan yang dilakukan banyak orang ketika mengalami luka adalah dengan mengoleskan air liur. Banyak orang yang percaya bahwa cara ini bisa membantu mempercepat penyembuhan luka, benarkah?

Rupanya, tidak hanya orang Indonesia saja yang penasaran soal manfaat air liur untuk mengobati luka. Orang-orang Barat pun penasaran. Terbukti dari beberapa penelitian yang mencari tahu akan hal ini. Salah satunya dalam Journal Blood pernah dibahas secara ilmiah cara air liur mempercepat penyembuhan luka.

"Air liur merangsang sel darah putih untuk membentuk jaringan efektif DNA dan protein. Ini Sebabnya, semua luka kulit dapat terhindar dari infeksi bila terkena air liur," kata penulis studi Ole E. Sorensen dari Universitas Lund Swedia.

Lalu, studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menyebutkan bahwa kandungan histatin, yakni protein keicil di dalam air liur juga punya peran untuk menyembuhkan luka.

Meski sudah ada jurnal soal manfaat air liur untuk luka, belum ada penelitian yang cukup baik sehingga dokter bisa merekomendasikan pengobatan dengan ludah.

"Kita bilang sebuah treatment itu sesuatu hal bisa kita rekomendasikan ke pasien harus (dengan) lihat evidence based medicine. Untuk mendapatkan tahapan EBM yang baik itu sebenarnya harus lewat penelitian," kata dokter spesialis kulit dan kelamin Dian Pratiwi.

"Sampai saat ini, saya belum pernah membaca penelitian yang evidence based yang cukup baik bahwa air liur bisa mengobati luka," lanjutnya saat Liputan6.com temui di Jakarta Pusat.

1 dari 1 halaman

Belum Tentu Efektif tapi Tidak Berbahaya

Dian mengiyakan bahwa memang praktik pengolesan air liur ke luka sering dilakukan di zaman-zaman dahulu. Tak hanya manusia, hewan juga melakukan hal serupa ketika terluka.

Selain itu, memang di air liur terdapat beberapa enzim yang sifatnya mematikan bakteri tertentu. Walau begitu, belum tentu efektif bisa menyembuhkan luka.

"Berbahaya sih tidak, tapi belum tentu efektif," katanya.

Menurutnya, di zaman modern seperti saat ini lebih baik membersihkan luka dengan air bersih saja. Lalu, gunakan obat luka.

"Basuh dengan air kemudian dijaga. Kalau luka, sampai ada kulit yang terbuka, berarti perlu di-protect. Bisa juga ditambahkan dengan salep antiinfeksi sampai kulit kembali menutup," sarannya.

Reporter: Benedikta Desideria
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Penyakit Bukan Datang dari Daging Namun dari Cara Pengolahannya
Salah Gunakan Antibiotik Bisa Buat Bakteri Jadi Resisten Terhadap Obat
Benarkah Ketika Sedang Batuk Kita Pantang Mengonsumsi Es Krim?

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini