Ajinomoto Siapkan Kebutuhan Gizi Atlet Indonesia Lewat Winning Meal Project

Senin, 15 April 2019 10:05 Reporter : Ayu Miranti
Ajinomoto Siapkan Kebutuhan Gizi Atlet Indonesia Lewat Winning Meal Project Ajinomoto Siapkan Kebutuhan Gizi Atlet Indonesia Lewat Winning Meal Project. ©ajinomoto

Merdeka.com - Prestasi seorang atlet tidak hanya didukung dari pelatihan fisik ataupun mental. Asupan gizi nggak kalah pentingnya untuk menjadi faktor penentu. Hal ini dibuktikan dengan persiapan para atlet luar negeri yang kebutuhan gizinya telah disiapkan bertahun-tahun sebelum pertandingan.

Hal ini juga diungkapkan oleh Emilia E. Achmadi MS., RDN, ahli gizi klinis di bidang olahraga. Menurutnya gizi menjadi bagian fundamental yang wajib diperhatikan. Justru dibeberapa negera seperti China, Amerika, dan Jepang, gizi para atlet dimulai sejak mereka berusia 6 tahun. Sehingga, ketika atlet usia remaja, mereka sudah siap mengikuti turnamen.

Banyak masyarakat yang belum paham, bahwa asupan gizi para atlet tidak bisa disamakan dengan asupan orang rata-rata. Bahan bakar mobil balap tidak sama dengan bahan bakar mobil biasa bahkan lebih spesifik lagi tergantung mobil balap jenis apa! Para atlet mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, beban latihan yang tak sama, dan histori cedera yang berbeda pula, tentu hal ini akan memengaruhi dengan asupan gizi yang dibutuhkan setiap atlet. Ungkap Emilia.

Persiapan asupan gizi para atlet sayangnya belum diterapkan secara benar dan konsisten di Indonesia. Hal inilah yang membuatnya tergerak ketika Ajinomoto Indonesia menggagas program Winning Meal Project. Dalam program ini Emilia menyiapkan asupan gizi atlet renang I Gede Siman Sudarwata, atlet peraih medali emas SEA Games 2011 Palembang.

Winning Meal Project sendiri merupakan program adopsi Ajinomoto Co.Inc di Jepang yang bernama Victory Project. Sejak tahun 2003, para atlet Jepang diperhatikan asupan gizinya yang menjadi salah satu penentu kesuksesan.

Program ini dimulai dengan melakukan penyusunan asupan gizi berdasarkan kondisi fisik, pengukuran anthropometric, dan periodisasi latihan dengan Peak Performance yang menjadi goal. Tentu saja makanan sehari-hari Siman disiapkan begitu detail.

Gizi sebelum dan sesudah latihan akan sangat berbeda. Misalnya, di 45 menit setelah latihan berat para atlet membutuhkan gizi khusus untuk memaksimalkan recovery process menuju sesi latihan berikut dan mencegah cedera, karena di saat itulah harus ada asupan untuk mengembalikan dan memperbaiki bagian tubuh yang rusak. Bila hal ini tidak dilakukan, maka fisik si atlet akan cepat menurun, papar Emilia.

Asupan gizi yang diterapkan juga dilakukan berdasarkan goal yang telah diraih. Seperti Siman yang telah melakukan pencapaian rekor Nasional dari 50 meter gaya punggung, dengan waktu 25.01 detik. Patokan itulah yang akan menjadi acuan Winning Meal Project ke depannya. [ayu]

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini