6 Hal yang Bisa Menjadi Alasan Bayi Menangis

Selasa, 15 November 2022 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
6 Hal yang Bisa Menjadi Alasan Bayi Menangis Ilustrasi bayi menangis. ©Shutterstock.com/xtrekx

Merdeka.com - Seorang bayi masih belum bisa berbicara dan menyampaikan keinginannya. Salah satu cara komunikasi yang bisa mereka lakukan adalah menangis.

Hal ini menjadi penyebab mengapa bayi bisa menangis berkali-kali dalam satu hari. Hanya saja, setiap tangisan bayi bisa memiliki arti yang berbeda-beda.

Jenis tangisan yang bisa mereka lakukan juga bisa hanya berupa rengekan atau bahkan menangis dengan teriakan yang lantang. Durasi tangisan yang mereka lakukan juga bisa berbeda-beda.

Dilansir dari Young Parents, dr Simong Ng dari Mount Alvernia Hospital mengungkap sejumlah hal yang bisa menjadi penyebab bayi menangis. Mulai dari lapar hingga mengantuk, berikut sejumlah hal yang bisa menjadi alasan bayi menangis.

2 dari 4 halaman

Tangisan Lapar dan Minta Ganti Popok

dan minta ganti popok rev2

Tangisan Lapar

Ketika bayi lapar, tangisan yang dikeluarkannya bisa terjadi secara pelan hingga kencang tergantung seberapa lapar dia. Selain itu, dia juga bisa menggerakkan kepala seperti mencari payudara ibu.

Hal ini bisa diketahui dengan cara menempelkan jari ke pipi bayi. Selain itu juga lihat apakah dia mulai coba memakan atau menggigit benda-benda di sekitar.

Tangisan Minta Ganti Popok

Ketika tangisan bayi cukup pelan dan berupa rengekan, hal ini bisa berarti popoknya sudah basah atau penuh. Jika hal ini tidak cepat-cepat diganti, dikhawatirkan bisa terjadi iritasi pada pantat bayi.

Sayangnya, tak semua bayi menangis jika popok mereka basah atau kotor. Beberapa hanya diam saja sehingga orangtua juga perlu proaktif sering-sering memeriksanya.

3 dari 4 halaman

Tangisan Gumoh dan Ketakutan

dan ketakutan rev1

Tangisan Gumoh

Ketika bayi mulai merengek dan tampak hendak menangis setelah disusui, maka hal ini berarti dia bakal gumoh. Untuk mencegah hal ini disarankan untuk menimang dan menepuk-nepuk punggung bayi setelah dia baru saja minum.

Tangisan Ketakutan

Ketika bayi tiba-tiba menangis dan mengatupkan tangan, hal ini bisa jadi tanda tangisan ketakutan. Hal ini bisa disebabkan oleh hal baru yang muncul atau suara keras yang tiba-tiba terdengar dan tidak familiar.

Ketika bayi tampa menangis karena hal ini, kamu bisa menggendongnya dan mendekatkannya ke dada. Kamu juga bisa sambil menepuk-nepuk punggung dan membisikkan kata-kata di telinganya. Hal ini bisa membantu bayi menjadi lebih tenang.

4 dari 4 halaman

Tangisan Sakit atau Kesakitan dan Sakit Perut

atau kesakitan dan sakit perut rev1

Tangisan Sakit atau Kesakitan

Ketika bayi menangis dalam waktu panjang secara terus-menerus, hal ini bisa jadi tanda bahwa dia tengah sakit atau tak baik-baik saja. Tangisan ini biasanya terjadi dengan kencang, intens, serta mengejutkan.

Penting untuk melihat gejala lain yang dialami oleh bayi yang melengkapi tangisan ini. Pastikan juga kondisi tidur dan ruangannya juga sudah cukup nyaman.

Tangisan Sakit Perut

Tangisan akibat sakit perut ini rentan dialami oleh bayi pada usia dua bulan awal. Jika sejumlah hal lain tak terjadi, bisa jadi ini merupakan penyebab munculnya tangisan.

Pada usia ini, sistem pencernaan bayi masih berkembang sehingga terjadi rasa tak nyaman. Hal ini juga rentan dialami oleh bayi yang minum menggunakan botol karena masuknya banyak udara ke dalam perut.

Ketika hal ini terjadi, kamu bisa memijat dan menepuk-nepuk punggung bayi. Gunakan juga baby oil atau losion pada perut, punggung, tangan, dan kaki. [RWP]

Baca juga:
Orangtua Perlu Tahu! Begini Cara Anasi Anak Tak Suka Sayur
Kenalkan Variasi Makanan Anak Sejak Dini demi Kesehatan di Masa Mendatang
Hanya Mengandung Karbohidrat, Air Tajin Tidak Bisa Gantikan Susu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini