5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Berdampak Negatif Terhadap Otak

Senin, 16 September 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
5 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Berdampak Negatif Terhadap Otak kesehatan otak. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Selama ini, seseorang menjaga kesehatan dengan lebih banyak memperhatikan sejumlah kondisi fisik mereka. Hal lain yang kadang menjadi perhatian mereka adalah kesehatan organ dalam seperti jantung dan paru-paru.

Menjaga kesehatan seluruh hal tersebut memang merupakan hal yang baik dan disarankan. Namun selama ini terdapat hal terpenting yang luput dari perhatian banyak orang yaitu pada otak.

Otak merupakan organ tubuh yang paling kompleks dan memegang peran penting terhadap seluruh fungsi tubuh. Sayangnya bagian terpenting ini malah sering lepas dari pengawasan.

Otak bisa sangat sensitif dan mempengaruhi gaya hidup seseorang. Apa yang kamu lakukan dan konsumsi bisa sangat mempengaruhi baik secara positif maupun negatif terhadap kesehatan otak.

Penelitian terdahulu menyebut bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana bisa membantu mencegah penurunan kognitif. Terdapat pola makan yang bisa meningkatkan kinerja otak juga dan memiliki manfaat baik jangka panjang maupun pendek terhadap organ tubuh.

Selama ini karena otak memang dalam posisi tak terlihat, banyak orang yang tanpa sadar melakukan sejumlah aktivitas yang bisa menyakiti organ tersebut secara perlahan. Dilansir dari Medical Daily, berikut sejumlah aktivitas yang tanpa kamu sadari bisa menyakiti otak secara perlahan.

1 dari 5 halaman

Menutupi Kepala Saat Tidur

Tidur dengan kepala tertutup bisa menimbulkan masalah pada otak karena membatasi asupan oksigen. Hal ini bisa membuatmu tak sengaja menghirup udara yang baru saja kamu embuskan. Kurangnya oksigen di dalam otak ini bisa tingkatkan risiko penyakit demensia dan alzheimer.

2 dari 5 halaman

Kurang Olahraga dan Aktivitas

Beraktivitas secara fisik dan mental bisa meningkatkan kesehatan otak. Kurangnya olahraga atau aktivitas bisa berdampak negatif pada ingatan dan membuatmu berisiko terkena demensia. Sejumlah aktivitas seperti membaca dan bersosialisasi diketahui cukup efektif untuk menstimulasi otak.

3 dari 5 halaman

Kualitas Tidur Buruk

Kurang tidur terutama pada jangka panjang bisa mengakibatkan masalah pada otak. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit neurologikal.

Ketika tidur, tubuh bekerja mengusir racun dan hal-hal lain dari otak. Kurang tidur terutama secara terus-menerus mungkin memperlambat proses penyembuhan ini dan menyebabkan terbentuknya kandungan berbahaya.

4 dari 5 halaman

Dehidrasi

Kurangnya air di dalam tubuh tidak hanya berpengaruh secara fisik saja namun juga bisa mempengaruhi otak. Dehidrasi dapat menyebabkan migrain, perubahan mood, kecemasan, serta kelelahan. Otak memiliki kandungan air dan dehidrasi diketahui bisa mengurangi volume otak dan mempengaruhi fungsinya.

5 dari 5 halaman

Stres

Stres yang kronis bisa memicu produksi hormon steroid bernama kortisol. Kelebihan kortisol di dalam tubuh bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, kanker, bertambahnya berat badan, kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Stres juga diketahui bisa mempengaruhi kelenjar adrenal. Hal ini mungkin membuatmu mengalami brain fog, kehilangan ingatan, serta kecemasan.

Sejumlah hal tersebut bisa tanpa kamu sadari menyebabkan masalah pada otak. Sebisa mungkin hindari sejumlah hal tersebut untuk menjaga kesehatan otakmu pada jangka panjang. [RWP]

Baca juga:
Benturan Kepala yang Terjadi Akibat Kecelakaan Bisa Buat Seseorang Alami Demensia
Meditasi Bisa Menjadi Cara untuk Kurangi Risiko Alzheimer
Waspada! Sering Lupa Bisa Jadi Pertanda Munculnya Demensia
Tidur Siang Terlalu Lama Bisa Jadi Pertanda Adanya Alzheimer
Membesarnya Lingkar Pinggang Jadi Tanda Otak Menua

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini