4 Dampak Buruk yang Dialami Kaki dari Kebiasaan "Nyeker" di Dalam Rumah

Senin, 6 Juni 2022 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
4 Dampak Buruk yang Dialami Kaki dari Kebiasaan "Nyeker" di Dalam Rumah Ilustrasi telanjang kaki. Shutterstock/Viktoria Minkova

Merdeka.com - Pasca Pandemi COVID-19, banyak orang mulai memutuskan untuk bekerja di rumah. Baik melakukan work from home (WFH) secara penuh atau secara hibrid, waktu yang kita habiskan di rumah semakin bertambah.

Lamanya waktu di rumah ini menyebabkan kita memiliki satu kebiasaan yang dilakukan secara lebih lama yaitu bertelanjang kaki atau 'nyeker'. Kebiasaan tanpa alas kaki di rumah ini sebenarnya menyehatkan, namun telalu lama melakukannya bisa berdampak buruk pada telapak kaki.

"Tidak apa-apa untuk bertelanjang kaki, namun saya rasa hal ini tidak untuk semua orang," terang William D. Spielfogel, DPM, kepala bidang podiatri pada Lenox Hill Hospital, dilansir dari Livestrong.com.

Lebih lanjut, dr. Spielfogel menyatakan bahwa seharusnya kita tidak bertelanjang kaki sepanjang waktu.

"Kaki kita tidak dimaksudkan untuk berjalan di permukaan keras sepanjang waktu," terangnya.

Walau pada masa lalu manusia bisa berjalan tanpa masalah tanpa alas kaki, namun kondisi ini tentu berbeda dengan di masa kini. Lapisan keras dari ubin di rumah kita dan aspal di jalanan tidak sesuai bagi kaki telanjang kita untuk berjalan.

"Perubahan rutinitas normal, olahraga di rumah, serta bertambahnya berat badan merupakan penyebab meningkatnya masalah kaki seperti yang dikeluhkan sejumlah pasien," terang podiatris, Jacqueline Sutera.

2 dari 4 halaman

Munculnya Masalah Kaki Akibat Olahraga di Rumah

Terjadinya perubahan perilaku termasuk olahraga yang kamu lakukan bisa menjadi penyebab munculnya masalah sakit di kaki ini. Hal ini terutama ketika kamu berolahraga dengan kaki telanjang di rumah.

"Tren yang saya perhatikan pada sejumlah cedera yang terjadi adalah karena mereka sedang beradaptasi terhadap jenis olahraga baru yang dilakukan (misal, berjalan di luar) dan menggunakan sepatu yang salah atau sepatu lama ketika melakukannya," terang dr. Shannon Thompson, DPM, podiatris.

Lebih lanjut, dr. Thompson menjelaskan bahwa jenis olahraga yang berbeda membutuhkan jenis sepatu yang berbeda. Masalah baru muncul ketika kamu berolahraga dengan telanjang kaki.

Berjalan telanjang kaki ini sebenarnya tidak akan bermasalah jika aktivitas yang kamu lakukan tetap seperti saat berjalan ke kamar mandi, memasak, atau membersihkan rumah. Masalah baru muncul ketika terjadi perubahan aktivitas atau pada saat kamu melakukannya dalam waktu yang jauh lebih lama dibanding sebelumnya.

"Ketika seseorang sudah terbiasa ditopang oleh sepatu lalu kemudian bertelanjang kaki sepanjang hari, sejumlah otot dan urat tertentu akan meregang dan jadi lebih tegang dibanding biasanya," terang dr. Thompson. Hal ini juga bisa menjadi penyebab munculnya rasa tak nyaman dan sakit.

Sejumlah masalah kesehatan kaki lain juga bisa kamu alami akibat kebiasaan bertelanjang kaki di rumah. Dilansir dari Livestrong.com, berikut sejumlah dampak yang bisa muncul akibat perubahan kebiasaan bertelanjang kaki di rumah.

3 dari 4 halaman

Plantar Fasciitis dan Tendonitis

dan tendonitis

1. Plantar Fasciitis

Masalah plantar fasciitis ini merupakan salah satu masalah kaki yang banyak muncul terutama di masa pandemi. Salah satu penyebabnya adalah karena kebisaan bertelanjang kaki selama kita di rumah lebih lama.

Masalah kesehatan ini muncul karena jaringan yang menghubungkan tumit dengan bantalan kaki mengalami cedera atau terluka. Sejumlah faktor atau aktivitas yang dilakukan bisa menjadi penyebab terjadinya masalah ini.

Menggunakan sepatu yang tepat dan bisa menyokong kaki merupakan hal yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah ini. Sepatu atau sandal yang tepat juga bisa menjadi cara untuk mengatasi ketika masalah plantar fasciitis ini sudah kamu alami.

2. Tendonitis

Pada telapak kaki kita, terdapat sejumlah urat yang menghubungkan antara otot dengan tulang. Tendonitis merupakan kondisi ketika terjadi peradangan pada jaringan sehingga menyebabkan munculnya rasa sakit.

4 dari 4 halaman

Neuroma Morton dan Kaki Datar

3. Neuroma Morton

Berjalan tanpa alas kaki diketahui bisa memperparah neuroma morton, kondisi yang ditandai oleh rasa sakit dan kesemutan pada bantalan kaki dan jari-jari. Risiko masalah ini bisa semakin meningkat jika kamu menggunakan heels atau sepatu dengan ujung yang sempit serta pada mereka yang memiliki kaki datar.

Sejumlah masalah kesehatan seperti bunion atau kebiasaan berolahraga yang bertumpu pada bantalan kaki bisa jadi penyebabnya. Pada mereka yang mengalami masalah ini, jenis sepatu yang tepat digunakan adalah yang memiliki ujung lebar, bisa menompang tumit, serta terdapat bantalan yang memadai pada telapak kaki.

4. Kaki Datar

"Seseorang dengan kaki datar cenderung merasa lebih nyaman saat mereka menggunakan sepatu yang tepat," terang dr. Thompson.

Berjalan telanjang kaki bisa membuat kaki seseorang yang datar menjadi lebih bermasalah. Hal ini bisa berujung rasa sakit dan nyeri atau menyebabkan masalah kaki lain.

Menggunakan alas kaki juga bisa membantu dalam melindungi kaki kita dari menginjak hal-hal tertentu. Hal ini bisa membuat kita terhindar dari masalah lain atau luka yang mungkin muncul di kaki. [RWP]

Baca juga:
Bahaya dari Menggunakan Sepatu dengan Ukuran Terlalu Besar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini