Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Sayed Fuad Zakaria

Profil Sayed Fuad Zakaria | Merdeka.com

H. Sayed Fuad Zakaria, SE bukanlah tokoh baru di dunia politik. Bersama Partai Golongan Karya, pria kelahiran Banda Aceh pada tanggal 31 Oktober 1960 ini telah lama malang melintang di kancah perpolitikan. Sejumlah jabatan strategis dalam beberapa organisasi yang pernah dijabat oleh Sayed menjadikan pria berdarah Arab ini kaya akan pengalaman. Sejak masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah, sayed memang sudah aktif berkegiatan bersama beberapa organisasi.

Setelah lulus kuliah, Sayed kemudian bergabung sebagai anggota partai golongan Karya. Bersamaan dengan itu, Sayed juga direkrut menjadi pengurus DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh hingga akhirnya dia dipercaya menjadi Ketua Biro Siswa dan Kemahasiswaan di organisasi tersebut. Sering berjalannya waktu, karir politik yang dibangun oleh Sayed semakin meningkat. Di AMPI, Sayed ditunjuk untuk menjadi Ketua DPD I Aceh sedangkan di partai Golkar, suami Arjuwita ini ditugaskan untuk menjadi Ketua Biro Pemuda DPD I Golkar Aceh. Tak berapa lama kemudian, Sayed mendapatkan promosi dan akhirnya di naik jabatan menjadi Wakil Ketua sampai akhirnya dia dipercaya menjadi Ketua DPD I Golkar Aceh.

Bersama partai Golkar, Sayed pernah ditunjuk untuk menjadi wakil Aceh sebagai anggota MPR. Pada tahun 2004 ketika Partai Golkar memenangi pemilu, Sayed terpilih sebagai Ketua DPRD Aceh. Pada tahun 2009, Seyed kembali ikut berpartisipasi di riuhnya kancah politik setelah dia menerima tawaran Partai Demokrat untuk menjadi bakal calon anggota legislatif pada pemilihan umum tahun 2009. Dengan berbekal tekad yang kuat serta dukungan penuh dari partai Demokrat akhirnya Sayed maju berpartisipasi sebagai calon legislatif dalam pesta rakyat tersebut.

Partai Golkar sendiri menunjuknya untuk mewakili daerah pemilihan Nanggroe Aceh Darussalam I. Pada tahun 2009, segala jerih payah dan usaha yang dilakukan Sayed terbayar sudah. Dia terbukti berhasil menggalang banyak suara yang kemudian mengantarkannya ke Senayan. Setelah resmi sebagai anggota DPR RI, Seyed bertugas sebagai anggota Komisi VIII yang fokus menangani permasalahan di sektor agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Ayah Sayed Haikal Fuad, Syarifah Nurpasha, dan Syarifah Nesia ini kini mendesak pemerintah menuntaskan RPP dan rancangan perpres yang diamanatkan dalam UU Pemerintahan Aceh. Kini dia terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi VIII. Selain itu pada Februari 2013, Sayed juga dilantik sebagai salah satu ketua bidang pada Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

Profil

  • Nama Lengkap

    H. Sayed Fuad Zakaria S.E

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

    Banda Aceh

  • Tanggal Lahir

    1960-10-31

  • Zodiak

    Scorpion

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Istri

    Arjuwita

  • Biografi

    H. Sayed Fuad Zakaria, SE bukanlah tokoh baru di dunia politik. Bersama Partai Golongan Karya, pria kelahiran Banda Aceh pada tanggal 31 Oktober 1960 ini telah lama malang melintang di kancah perpolitikan. Sejumlah jabatan strategis dalam beberapa organisasi yang pernah dijabat oleh Sayed menjadikan pria berdarah Arab ini kaya akan pengalaman. Sejak masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah, sayed memang sudah aktif berkegiatan bersama beberapa organisasi.

    Setelah lulus kuliah, Sayed kemudian bergabung sebagai anggota partai golongan Karya. Bersamaan dengan itu, Sayed juga direkrut menjadi pengurus DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh hingga akhirnya dia dipercaya menjadi Ketua Biro Siswa dan Kemahasiswaan di organisasi tersebut. Sering berjalannya waktu, karir politik yang dibangun oleh Sayed semakin meningkat. Di AMPI, Sayed ditunjuk untuk menjadi Ketua DPD I Aceh sedangkan di partai Golkar, suami Arjuwita ini ditugaskan untuk menjadi Ketua Biro Pemuda DPD I Golkar Aceh. Tak berapa lama kemudian, Sayed mendapatkan promosi dan akhirnya di naik jabatan menjadi Wakil Ketua sampai akhirnya dia dipercaya menjadi Ketua DPD I Golkar Aceh.

    Bersama partai Golkar, Sayed pernah ditunjuk untuk menjadi wakil Aceh sebagai anggota MPR. Pada tahun 2004 ketika Partai Golkar memenangi pemilu, Sayed terpilih sebagai Ketua DPRD Aceh. Pada tahun 2009, Seyed kembali ikut berpartisipasi di riuhnya kancah politik setelah dia menerima tawaran Partai Demokrat untuk menjadi bakal calon anggota legislatif pada pemilihan umum tahun 2009. Dengan berbekal tekad yang kuat serta dukungan penuh dari partai Demokrat akhirnya Sayed maju berpartisipasi sebagai calon legislatif dalam pesta rakyat tersebut.

    Partai Golkar sendiri menunjuknya untuk mewakili daerah pemilihan Nanggroe Aceh Darussalam I. Pada tahun 2009, segala jerih payah dan usaha yang dilakukan Sayed terbayar sudah. Dia terbukti berhasil menggalang banyak suara yang kemudian mengantarkannya ke Senayan. Setelah resmi sebagai anggota DPR RI, Seyed bertugas sebagai anggota Komisi VIII yang fokus menangani permasalahan di sektor agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Ayah Sayed Haikal Fuad, Syarifah Nurpasha, dan Syarifah Nesia ini kini mendesak pemerintah menuntaskan RPP dan rancangan perpres yang diamanatkan dalam UU Pemerintahan Aceh. Kini dia terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi VIII. Selain itu pada Februari 2013, Sayed juga dilantik sebagai salah satu ketua bidang pada Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

    Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

  • Pendidikan

    • Fakultas Ekonomi Unsyiah (1987)

  • Karir

    • Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI
    • Anggota DPR Komisi VIII

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya