MERDEKA.COM » REPORTER » ANGGUN P SITUMORANG
210 berita dan foto

    Presiden Jokowi mengatakan, telah menyalurkan dana bantuan perbaikan rumah sebesar Rp 36,9 miliar untuk Lombok Timur. Dana tersebut merupakan bagian dari dana siap pakai bantuan rumah sebesar Rp 960 miliar untuk Lombok dengan alokasi Rp 50 juta bagi rumah rusak berat.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin rumah tahan gempa seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika) lebih banyak di Indonesia terutama di Lombok. Hal ini karena Lombok masuk dalam kategori daerah rawan gempa.

    Presiden Jokowi mengatakan, akan melihat sejauh mana penyaluran beasiswa telah dilaksanakan. Selain memantau pemberian bantuan pendidikan, Presiden Jokowi juga akan melihat perkembangan pembangunan rumah bantuan senilai Rp 50 juta di desa Blanting, Lombok. Dia berharap pembangunan rumah ini cepat selesai.

    Presiden Joko Widodo mengunjungi daerah terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan rumah bantuan pemerintah untuk masyarakat yang terkena dampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Jembatan Surabaya yang menghubungkan Lombok Timur menuju Lombok Tengah. Jembatan sepanjang 40 meter ini ditargetkan rampung pada 17 Desember 2018.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peminat Risha semakin banyak terutama pasca gempa yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Masyarakat yang diberikan bantuan senilai Rp 50 juta membangun rumah, menggunakan dananya untuk Risha.

    Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Asdin Julaidy, mengatakan masyarakat memanfaatkan bendungan ini untuk melakukan kegiatan usaha seperti pengairan pertanian dan perikanan. Selain itu, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga melalui proses penjernihan kembali.

    Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan faktor penyebab Indonesia tertinggal dibanding negara tersebut adalah teknologi, cara kerja dan keterjangkauan terhadap pasar.

    Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, ketersediaan bahan baku memang masih menjadi kendala. Selama ini bahan baku untuk fesyen 30 persen ketergantungan terhadap impor.

    Fesyen saat ini masih menjadi andalan Indonesia untuk mengangkat citra nusantara di mata dunia, termasuk melalui fesyen muslim. Oleh karena itu Kementerian Perindustrian berupaya mendorong industri fesyen berperan penting dalam perekonomian nasional dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia di 2020.

    Kementerian Perindustrian menyusun pedoman pengembangan kawasan industri generasi keempat (4.0) atau disebut Eco Industrial Park. Upaya ini merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) atau badan kerja sama internasional pemerintah Jerman.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2018 naik sebesar 0,30 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2018. Kenaikan tersebut dari Rp 52.505 menjadi Rp 52.665 per hari.

    Amerika Serikat (AS) belum menghentikan serangan perang dagang terhadap beberapa negara mitranya. Indonesia sendiri sempat terkena ancaman perang dagang, dengan dicetuskannya pencabutan status Generalized System of Preference (GSP) dari pemerintah AS.

    Badan Pusat Statistik mencatat impor migas pada September 2018 mencapai USD 2,28 miliar. Angka ini turun 25,20 persen dibanding Agustus 2018 namun meningkat sebesar 17,75 persen dibanding September 2017.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada September 2018 sebesar USD 14,60 miliar atau turun 13,18 persen dibanding Agustus. Sebaliknya jika dibandingkan dengan September 2017 naik sebesar 14,18 persen.

    Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, impor migas pada September 2018 mengalami penurunan sebesar USD 0,77 miliar atau sekitar 25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada September, impor migas tercatat USD 2,28 miliar dari sebelumnya, USD 3,05 miliar di Agustus 2018.

    Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada September 2018 mengalami surplus sebesar USD 227 juta dibandingkan neraca perdagangan bulan sebelumnya. Angka ini disumbang oleh ekspor sebesar USD 14,83 miliar dan impor sebesar USD 14,60 miliar.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada September 2018 turun 6,58 persen dibanding Agustus 2018. Pada Agustus, ekspor tercatat sebesar USD 15,87 miliar, sementara pada September sebesar USD 14,83 miliar.

    Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM subsidi BBM atau premium beberapa waktu lalu. Dia mengatakan kepentingan rakyat menjadi penyebab pembatalan keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut.

 1  2  3  4  5  6  7    >>|