Mendekati Ramadan, makam Sunan Muria atau Raden Said di Desa Colo, Kecamatan Colo Kabupaten Kudus yang terletak 18 kilometer dari Kota Kudus, Jawa Tengah dipadati oleh para peziarah dari berbagai pelosok tanah air. Bahkan ada juga peziarah yang datang dari luar negeri atau mancanegara seperti Brunei Darussalam, Malaysia dan lain-lainnya.Selain bulan Ramadan, peziarah juga mengunjungi makam dan masjid Sunan Muria pada saat bulan Sura (Muharam), Maulud atau Mulud (Rabiul Awal) dan Rajab. Kedatangan para peziarah yang jumlahnya mencapai ribuan orang ini ke makam berada di Lereng Gunung Muria, tak lain untuk untuk 'ngalap berkah' (mencari berkah). "Bahkan, ada yang sengaja mengadakan selamatan dan hajat dengan cara menyembelih kambing, membawa makanan dan menyembelih kerbau untuk mengucap syukur atas doanya yang telah kabul di makam tersebut sebelumnya," ungkap salah satu pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM) Abdul Manaf kepada merdeka.com.Memasuki bulan ramadan, kini mayoritas para peziarah ingin supaya ibadah puasanya yang akan dilangsungkan 30 hari atau sebulan ke depan bisa lancar tanpa halangan apapun.Seperti yang diungkapkan Sayuti, warga dari Pati, Jawa Tengah ini kepada merdeka.com yang ditemui disela-sela berziarah bersama rombongannya Minggu (14/6) malam."Kami bersama-sama berdoa di sini setiap bulan Ramadan akan datang. Tujuannya supaya amal ibadah berpuasa kita lancar tanpa halangan. Syukur-syukur bisa ditambah dengan upaya ibadah-ibadah sunah lainnya,"pungkasnya pendek.