Pertanyaan:
Bagaimana menjalankan salat tarawih dan witir yang benar? baik rakaat maupun waktunya?
Jawaban Ustadz Didik Hariyanto Lc. MA: Barangsiapa melakukan salat di malam Ramadan karena dasar iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari, Muslim)
Salat tarawih termasuk bagian dari salat malam yang bisa dilaksanakan antara salat Isya sampai sebelum datang salat subuh. Sebagian ulama ada yang membedakan: apabila dilaksanakan setelah Isya (sebelum tidur) maka dinamakan tarawih dan apabila dilaksanakan di akhir malam setelah bangun tidur maka dinamakan Qiyamullail.
Salat tarawih dan witir boleh dilaksanakan di awal malam dan boleh di akhir malam. Keduanya pernah dilakukan oleh Rasulullah.
Aisyah pernah ditanya: "Bagaimana beliau salat witir, apakah di permulaan malam atau di akhirnya?"
Aisyah menjawab: "Semua itu pernah beliau lakukan, kadang beliau salat witir di awal malam dan kadang salat witir di akhirnya" (HR. Tirmidzi). Tentu saja melaksanakannya di akhir malam lebih utama.
Umar berkata: "Mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang salat di awal malam, yang beliau maksudkan adalah melaksanakan salat di akhir malam"(HR. Bukhari)
Sekiranya salat di akhir malam akan memberatkan masyarakat sehingga mereka ketiduran dan tidak bisa melaksanakan tarawih berjamaah maka sebaiknya salat dilaksanakan di awal malam. "Ada yang menanyakan pada Imam Ahmad: Bolehkah mengakhirkan salat tarawih hingga akhir malam"?
Imam Ahmad menjawab: "Tidak. Sunnah kaum muslimin (di masa 'Umar) lebih aku sukai," Saat itu kaum muslimin mayoritas melaksanakan salat di awal malam. Yang paling utama salat tarawih dilaksanakan sebanyak 11 rakaat sebagaimana dijelaskan dalam hadits: "Rasulullah tidak pernah melaksanakan salat malam di bulan Ramadan maupun di selainnya melebihi 11 rakaat. (HR. Bukhari)
Akan tetapi dibolehkan bagi kita untuk melaksanakan salat tarawih lebih dari 11 rakaat: 23 atau 33 rakaat. Berdasarkan hadits: "Shalat malam adalah dua rakaat, dua rakaat. Jika engkau khawatir masuk waktu subuh, lakukanlah salat witir satu rakaat."(HR. Bukhari, Muslim). Dalam hadits ini Rasulullah meminta kita untuk melaksanakan salat tarawih malam dua rakaat, dua rakaat tanpa ada batas jumlah rakaatnya, mau berapa saja boleh. Berapapun jumlah rakaat tarawih yang kita yakini maka jangan sampai keluar dari salat jamaah tarawih sebelum imam menyempurnakan atau menyelesaikan rentetan salat tarawih. "Barangsiapa yang melaksanakan salat bersama imam sampai selesai maka akan ditulis baginya salat satu malam penuh." (HR. Ahmad). Wallahu a'lam
* Ustadz Didik Hariyanto pernah mengambil pendidikan Islam di Fakultas Hadis dan Islamic studies, Universitas Islam Madinah. Saat ini Didik tercatat sebagai Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.