Cerita ibu lancar lahirkan bayi usai baca surat Maryam

Mendengarkan alunan Surat Maryam buat janin dalam kandungan kerap dilakukan istrinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita ibu lancar lahirkan bayi usai baca surat Maryam
Ibu dan bayi. ©shutterstock.com/S.Borisov

Dalam salah satu karyanya, penulis Ippho Santosa pernah mengisahkan tentang pengalaman hidupnya bersama istrinya yang disebutnya penuh mengharukan. Menurut Ippho, salah satu kisah perjuangan istrinya dalam melahirkan anak pertama mereka.Ippo menuturkan, sama dengan keluarga pada umumnya ketika seorang ibu tengah mengandung pasti rutin melakukan cek up dengan dokter. Selain rutin konsultasi kepada dokter, menurut Ippho lancarnya proses persalinan istrinya kerena sering membaca Surat Maryam.Bukan hanya membaca, kata Ippho mendengarkan alunan Surat Maryam buat janin dalam kandungan kerap istrinya. Terbukti saat memasuki masa kelahiran keajaiban itu datang.Catatan Ippho, pada Jumat tepat pukul 23.15 WIB istrinya sudah masuk ke ruang persalinan di salah satu RS Jakarta. Bersama keluarga besar lainnya, kata Ippho semuanya menanti penuh was-was sembari berzikir dan membaca surah AL-Fatihah dari luar ruangan.Lebih lanjut Ippho menjelaskan setelah menjalani pemeriksaan pertama, laporan analisa dokter menyebutkan kemungkinan bayi akan lahir dua hingga tiga jam mendatang tepatnya pada Sabtu dini hari. Padahal dia sendiri menginginkan persalinan ini berlangsung lancar agar bayinya lahir pada hari Jumat."Bukannya saya mendahului dokter. Bukannya saya mendahului takdir. Justru karena saya yakin kepada Allah. Baginya tidak ada yang mustahil, semua serba mungkin. Ternyata benar," tulis Ippho dalam bukunya Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan, dikutip merdeka.com, Senin (14/7).Singkatnya, dengan keyakinannya tersebut, akhirnya hanya empat kali 'ngeden' bayinya lahir tepat pukul 23.50 WIB. Sehingga keinginan Ippho persalinan istrinya terjadi di Jumat bulan Ramadan 1434 Hijriah terwujud. Bukan hanya tepat pada hari yang dia inginkan, Ippho mengaku, bayinya lahir tak lama setelah neneknya membaca Al-Fatihah untuk ke 100 kalinya. Percaya atau tidak, persalinan itu pun berjalan lancar.Kelahiran bayinya pun disambut suka cita keluarga, dalam keluarganya tercatat jumlah cucu dari Ibu dan mertuanya sudah sembilan dan semuanya adalah laki-laki. Sementara bayi yang lahir dari rahim istrinya merupakan cucu perempuan pertama bagi mereka. Ini sesuai dengan harapannya yang telah menyiapkan nama perempuan untuk bayinya yakni Malaika Khadija.Beberapa hari sesudahnya, Ippho mencoba menemukan jam kelahiran bayinya pada pukul 23.50 WIB di kitab suci Al-Qur’an. Pada surat ke-23 ayat 50 berisikan tentang Maryam. Surat yang selalu dibaca dan didengar oleh Ippho dan istrinya semasa mengandung. Surat itu adalah surat AL-Mu’minum ayat 50 yang berbunyi, "Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir."

Rekomendasi