Gubernur dan surat untuk tanah pengusaha Parsi

Pengusaha Parsi itu mendapatkan kembal tanahnya yang dirampas oleh Gubernur setelah menemui Khalifah Umar bin Khattab.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Gubernur dan surat untuk tanah pengusaha Parsi
Ilustrasi lentera ramadan. ©shutterstock.com/Abed Sabeh

Seorang pengusaha di daerah Parsi berniat mendatangi Khalifah Umar bin Khattab. Dia hendak mengadukan tanahnya yang diambil secara paksa oleh gubernur yang telah diangkat oleh Umar.Sebelumnya, dia telah menemui sang gubernur dan meminta agar tanahnya dibebaskan. Tetapi, permintaan itu ditolak oleh sang gubernur.Umar pun menemui pengusaha Parsi itu. Setelah mendengar pengaduan dari si pengusaha parsi, Umar kemudian menulis surat ditujukan kepada sang gubernur.Surat itu diserahkan kepada pengusaha Parsi itu. Dia pun memerintahkan si pengusaha Parsi untuk menyampaikan sendiri surat itu kepada gubernur.Di tengah perjalanan pulang, muncul kekhawatiran dalam pikiran pengusaha Parsi. Dia ragu gubernur mau mematuhi perintah Umar. "Apakah mungkin wali itu mematuhi Umar yang tempat tinggalnya sangat sederhana sedangkan gubernurnya memiliki tempat tinggal yang sangat mewah? Ini menambah sulit diriku," gumam si pengusaha.Dia kemudian meminta pertimbangan kepada istrinya setelah sampai di rumahnya. "Coba saja sampaikan kepada gubernur," kata istrinya setelah mendengar cerita yang dia sampaikan.Namun demikian, si pengusaha itu masih saja ragu. "Mungkinkah wali itu patuh pada Umar?" kata dia."Sampaikan saja. Kita belum tahu apa yang akan terjadi. Nanti akan kita lihat bagaimana reaksinya," kata sang istri menguatkan.Si pengusaha kemudian memberanikan diri menemui gubernur dan menyampaikan surat yang dia peroleh dari Umar. Beberapa saat kemudian, gubernur dengan sopan mengembalikan hak pengusaha Parsi itu atas tanah yang telah disita.

Rekomendasi