Pidato Hamka dan Soekarno pada tahun 1962

Dengan berapi-api, Soekarno memastikan Indonesia tidak rela kehilangan Irian Jaya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pidato Hamka dan Soekarno pada tahun 1962
Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok

Perbedaan menentukan 1 Syawal atau Idul Fitri di Indonesia, hampir setiap tahunnya mendatangkan polemik. Hal ini karena metode yang digunakan oleh pemerintah, atau organisasi keagamaan berbeda.Pada tahun 1962, perbedaan penetapan hari raya sudah terjadi antara pemerintah bersama Nahdhatul Ulama, dengan Muhammadiyah. Meski berbeda, nyatanya kedua pihak tetap menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan. Tidak ada sindiran atau cemohan dari salah satu pihak.Setelah menggelar sidang ijtimak, pimpinan pusat Muhammadiyah sepakat menetapkan Idul Fitri 1381 Hijriah jatuh pada 7 Maret 1962. Sedangkan pemerintah bersama NU melalui sidang isbat menetapkan 8 Maret.Pimpinan Muhammadiyah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) selalu menekankan kepada para bawahannya untuk tetap menjaga persatuan di kalangan Muslimin. Dalam Khotbah hari raya, Hamka menjelaskan jika perbedaan pelaksanaan Idul Fitri bukan berarti perpecahan. "Adanya dua hari raya Idul Fitri, hendaknya jangan diartikan sebagai perpecahan di kalangan umat Islam. Karena mereka semua bernaung di bawah satu bendera Merah Putih, dan bersemboyankan satu kalimat syahadat," kata Hamka dalam pidatonya di Masjid Al-azhar, Kebayoran, Jakarta, seperti dikutip dari buku Sukarno, tentara, PKI, tulisan Rosihan Anwar.Sedangkan sehari sesudahnya, Presiden Soekarno di hadapan rakyatnya mengingatkan jika persatuan merupakan unsur penting untuk Indonesia. Pada khutbah salat Iednya, Soekarno menegaskan tidak akan menghentikan Tri Komando Rakyat untuk merebut Irian Barat dari persengketaan dengan Belanda.Dengan berapi-api, Soekarno memastikan Indonesia tidak rela kehilangan Irian Jaya, dirinya akan gigih terus mengupayakan perlawanan kepada Belanda sampai titik darah penghabisan. Jangan sampai Belanda berhasil mengambil tanah Irian Barat barang secuil."Merah putih harus dikibarkan di Irian Barat, dan pembentukan Negara Papua oleh Belanda harus digagalkan, serta mobilisasi rayat harus dilaksanakan," ucap Soekarno.

Rekomendasi