Merdeka.com tersedia di Google Play


Batalkah puasa jika mimpi basah dan ciuman?
Reporter : Mustiana Lestari | Senin, 22 Juni 2015 12:12




Batalkah puasa jika mimpi basah dan ciuman?
Ilustrasi mimpi. ©shutterstock.com/Fer Gregory

Merdeka.com - Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang berpuasa dihadapkan dengan godaan yang berbau seks. Meskipun berjimak atau bersetubuh dengan pasangan sudah jelas hukumnya membatalkan puasa.

Menurut Thariq Muhammad Suwaidan dalam bukunya yang berjudul Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab, masturbasi hukumnya haram. "Siapa yang melakukannya wajib qadha (Imam Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali)," kutip buku tersebut, Rabu (17/6).

Sementara empat Imam sepakat jika mengimajinasikan sesuatu namun tanpa mengeluarkan mani hukumnya tidak membatalkan puasa. Sebaliknya, jika mani keluar para Imam berbeda pendapat. Sebagian menyatakan wajib qadha dan kafarat, atau kafarat saja.

Lain halnya jika yang terjadi adalah mimpi basah di waktu siang atau malam. "Wajib mandi besar tetapi tidak membatalkan puasa," tambah buku tersebut.

Thariq juga menyimpulkan jika menyentuh, membelai, dan mencium yang tidak sampai mengeluarkan mani maka puasanya tidak batal. Kendati demikian, jika perbuatan tersebut diyakini tidak membangkitkan syahwat seperti mencium orang tua, hukumnya tidak batal namun cenderung makruh.

[rep]



Komentar Anda


READ MORE


Back to the top