Waspadai Tsunami Hoaks, Ma'ruf Amin Minta Pendukungnya di Banten Tak Tidur

Senin, 21 Januari 2019 16:48 Reporter : Dwi Prasetya
Waspadai Tsunami Hoaks, Ma'ruf Amin Minta Pendukungnya di Banten Tak Tidur Cawapres Maruf Amin di Kota Serang. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengakui, isu-isu hoaks menjadi tantangan paling berat untuk kemenangannya bersama capres Jokowi di Provinsi Banten. Dua isu yang menjadi catatan adalah Jokowi anti-Islam dan Jokowi PKI.

Menurutnya, teknologi dan media sosial sebenarnya memberi manfaat. Tetapi, kalau digunakan untuk hal tidak baik maka bisa merusak bangsa. Dia mengaku khawatir terjadinya tsunami hoaks di Banten.

"Jadi tsunami bukan hanya air tapi teknologi juga tsunami, kalau air mah yang hancur sepojokon, tapi kalau tsunami hoaks seluruh Indonesia goncang semua. Dan banyak orang. Makanya jangan tidur," kata Ma'ruf Amin saat berkunjung di Kota Serang Banten, Senin (21/1).

Di hadapan pendukungnya, Ma'ruf meminta agar tidak terpengaruh kabar tak benar. Dia mencontohkan hoaks Jokowi PKI. Ma'ruf mengatakan, orang yang membuat hoaks pun sudah minta maaf dan telah tobat.

"Yang bikin berita itu sudah datang ke rumah saya namanya La Nyala Mattalitti datang, dan minta maaf. Yang bikin berita saja sudah tobat, kok ente enggak tobat-tobat," katanya.

Yang lebih ngawur, kata dia, isu hoaks yang menyebut Jokowi anti-Islam dan mengkriminalisasi ulama. "Kalau anti-Islam enggak mungkin manggil Wakilnya kiai. Ente bengong apa," katanya.

Jadi, dia menegaskan bahwa isu-isu demikian berbahaya yang paling harus dilawan. Hoaks harus dilawan. Itu berita yang menyesatkan. "Kalau itu dilakukan pasti Jokowi-Ma'ruf Amin akan menang di Banten," katanya.

Diketahui, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut daerah Jawa Barat dan Banten menjadi wilayah yang rawan hoaks. Khususnya hoaks yang berkaitan dengan komunisme atau Partai Komunis Indonesia (PKI). [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini