Wasekjen Demokrat kritik keras pertemuan PSI & Jokowi di Istana

Sabtu, 3 Maret 2018 09:50 Reporter : Mardani
Wasekjen Demokrat kritik keras pertemuan PSI & Jokowi di Istana andi arief. merdeka.com

Merdeka.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengritik pertemuan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Presiden Joko Widodo yang dilakukan di Istana Negara, Kamis (1/3) lalu. Andi menilai hal itu sangat tidak layak karena dukung mendukung capres dilakukan di Istana Negara.

"Saat ikut SBY selama 10 tahun pemerintahannya, saya tidak sekalipun melihat SBY menggunakan Istana Kepresidenan untuk kepentingan politik pribadinya. Di Cikeas tempat konsolidasi politik, SBY tidak menginginkan jadi sarang melanggengkan kekuasaan," kata Andi lewat WhatsApp kepada merdeka.com, Sabtu (3/3).

Diketahui, sejumlah elite PSI, Kamis lalu menemui Presiden Jokowi di Istana Negara. Dalam pertemuan itu PSI kembali menegaskan dukungannya kepada Jokowi untuk maju di Pilpres 2019. Usai pertemuan, Ketum PSI mengaku Jokowi memberi tips kepada partainya agar meraih suara maksimal di pemilu 2019.

Lebih lanjut Andi menyatakan pertemuan PSI dengan Jokowi telah menabrak banyak hal dan melelahkan akal sehat. Hal itu, menurutnya, juga menunjukkan cara berpolitik Jokowi.

"Ini yang membuat keraguan terus menerus dari rakyat kepada Jokowi akan komitmen-komitmen dan janji yang dibangun dan terus menerus bertambah. Kejujuran Jokowi dari janji ke janji pada akhirnya menjadi pertanyaan besar," katanya.

Dia menilai di era Jokowi, Istana Negara menjadi tempat konsolidasi membangun kekuasaan dan untuk melanggengkan kekuasaan lebih menonjol ketimbang memikirkan nasib rakyat.

"Ada Istana siang, Istana sore dan Istana malam. Ini baru di bidang politik, wajar juga kalau rakyat mencurigai Istana juga jadi sarang berbagai deal bisnis yang tidak terpantau publik. Kehadiran sejumlah pebisnis dan konglomerat sudah santer sebagai kabinet malam Jokowi," katanya.

"Saya kira pada saatnya nanti semua misteri ini akan terungkap, tinggal menunggu waktu saja," katanya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini