Wakil Ketua PWNU DIY Ajak Warga NU Tak Golput: Nyoblos Dua Tidak Sah, Harus Satu Saja

Kamis, 28 Maret 2019 16:46 Reporter : Merdeka
Wakil Ketua PWNU DIY Ajak Warga NU Tak Golput: Nyoblos Dua Tidak Sah, Harus Satu Saja Maruf Amin mendatangi Pondok Pesantren Al Habibiah Mantrijeron. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin melanjutkan kunjungannya ke Yogyakarta dengan mendatangi Pondok Pesantren Al Habibiah, Mantrijeron, Kamis (28/3). Dalam acara silaturahmi tersebut, Ma'ruf disambut meriah. Para jamaah dan kiai duduk bersila. Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris mengungkapkan pandangannya soal tak memilih atau golput. Dia menjelaskan, NU tak setuju dengan golput.

"Kalau Golput tidak boleh, apalagi nyoblos dua enggak boleh, tidak sah. Harus nyoblos satu saja. Jadi sekali lagi tidak boleh nyoblos dua, karena tidak sah, jadi harus nyoblos satu saja," ucap Fahmi yang kemudian disambut tertawa oleh para jamaah.

Dia mengaku telah diingatkan oleh Bawaslu untuk tak mengkampanyekan paslon 01 dalam acara tersebut. Termasuk tidak boleh mengkampanyekan Ma'ruf Amin. Karena itu dia mengaku hanya mengajak warga NU agar tidak golput dan ikut mensukseskan Pemilu.

"Karena mencoblos dua tidak sah, jadi harus nyoblos satu," ungkap Fahmi yang disambut meriah oleh para jamaah.

Di tempat yang sama, Ma'ruf hanya meminta doa agar sukses menjadi Wapres periode 2019-2024 jika terpilih dalam Pemilu ini. "Jadi saya hanya minta doa," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menceritakan bahwa dirinya tidak pernah menyangka bakal menjadi calon wakil presiden. Keluarganya hanya menginginkan Ma'ruf Amin menjadi kiai.

"Tahunya jadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mengaku tak pernah memasang target tinggi dalam hidupnya. Sama seperti saat terpilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini menyebut posisi rais aam sebagai maqom. Kriteria yang utama harus ahli dalam hukum Islam agar segala kebijakan sesuai dengan fikih. Kedua, kata dia, rais aam harus seorang organisator agar NU bisa dikelola dengan baik.

"Ketiga harus menggerakkan. Gerakan ulama untuk melindungi, memperbaiki dan melayani umat," ungkap Ma'ruf.

Saat itu, kata dia, tidak ada yang bersedia maju menjadi calon Rais Aam PBNU. Karena itu Ma'ruf Amin ditunjuk secara aklamasi oleh para kiai-kiai NU. "Tahu-tahu saya diminta jadi rais aam. Saya ini rais aam karena ada kebutuhan saja. Sekarang juga begitu, dipilih jadi cawapres," tutup Ma'ruf.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini