Waketum Fahri Hamzah Sebut Target Partai Gelora Ikut Pilkada 2020
Merdeka.com - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) menggelar syukuran karena syarat-syarat pembentukan parpol tersebut hampir final. Kepengurusan Partai Gelora Indonesia ditargetkan selesai didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM di awal Januari 2020.
"Kami berharap Januari seluruh dokumen dari Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora Indonesia ini sudah sah menjadi perserta Pemilu," kata Waketum Fahri Hamzah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).
Partai Gelora langsung tancap gas. Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah mengatakan, setelah diakui sah sebagai partai, Partai Gelora Indonesia akan segera dideklarasikan dan akan mengikuti Pilkada 2020. Bahkan Fahri menyebutkan ada beberapa pengurus Partai Gelora Indonesia yang akan maju pada Pilkada 2020 sehingga akan difasilitasi oleh partai.
"Sekarang pertanyaannya Anda mau beresin negara ini dengan cara apa? Itu yang lebih penting daripada ngomongin identitas setiap hari enggak selesai-selesai. Kami lompati itu semua sehingga pasar kami akan luas, lebih luas dari parpol lain," ujar Fahri .
Terkait dengan ceruk pemilih Partai Gelora Indonesia, Fahri meyakini pasarnya akan lebih luas dari partai lain. Alasannya, partai Gelora Indonesia keluar dari dikotomi partai nasionalis atau Islam.
Sedangkan, untuk target hajatan Pemilu 2024 nanti, Fahri tak mau muluk-muluk. Pihaknya masih fokus dengan niat membangun politik modern. Partai Gelora juga ingin mematangkan kepengurusan dan kapasitas kader.
"Kita upgrade terus menerus dan mudah-mudahan itu akan menyebabkan menjadi faktor pemenangan lah di masa yang akan datang. Kan Pemilu juga masih lama, masih 5 tahun lebih kurang lah ya," ucapnya.
Gagasan Baru
Mantan Wakil Ketua DPR ini menegaskan, Partai Gelora menawarkan gagasan baru kepada publik. Partai Gelora sebagai partai yang menanggalkan stereotip identitas partai yang selama ini seolah terbagi dua, yakni nasionalis dan Islam. Bagi Gelora Indonesia, Pancasila adalah rumah bersama dan sebagai payung besar.
"Terus terang kami punya bantahan terhadap semua metode kategorisasi tradisional tentang parpol yang sebenarnya sempit, klaim bahwa ada partai nasionalis dan Islam. Seolah nasionalis bukan Islam dan Islam bukan nasionalis. Kami keluar dari semua debat itu," papar Fahri.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya