Wacana Menteri Milenial Dinilai Penting untuk Estafet Kepemimpinan

Minggu, 21 Juli 2019 18:24 Reporter : Ahda Bayhaqi
Wacana Menteri Milenial Dinilai Penting untuk Estafet Kepemimpinan jokowi pimpin rapat kabinet paripurna di istana. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Peneliti Politik LIPI Lili Romli menilai masuknya menteri dari kaum milenial dibutuhkan untuk regenerasi kepemimpinan. Menurutnya, bakal ada stagnasi jika estafet kepemimpinan tidak diserahkan kepada generasi baru.

"Dengan ada kalangan muda masuk kabinet ini bagian dari estafet kepemimpinan, regenerasi kepemimpinan," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Lili menambahkan, jika anak muda masuk kabinet maka berpeluang menambah daftar calon presiden di 2024.

"Dengan anak muda masuk kabinet, list 2024 bertambah lagi. Yang masuk siapa yang berpeluang di 2024. Saya kira ini bagian dari regenerasi kepemimpinan dan estafet kepemimpinan," jelasnya.

Selain itu, Lili menilai kalangan milenial memiliki kemampuan, kapasitas dan kemampuan yang tidak kalah dari generasi lebih tua. Menurutnya, wacana Presiden Joko Widodo menarik menteri muda harus disambut baik dan didukung.

"Karena itu, jangan sampai dibiarkan begitu saja. Tidak dimanfaatkan keahlian yang dimiliki harus diambil jangan sampai ahli-ahli anak muda Indonesia ga diambil negara kemudian ke luar negeri," ujarnya.

Selain itu wacana menteri muda juga merupakan bagian dari kesempatan politik. "Bahwa gayanya ga bisa dibaca, ketika diberikan untuk memimpin mampu. Kesempatan ini harus diambil kalangan muda," kata Lili.

Diberitakan, Arus Survei Indonesia merilis 10 nama politikus milenial dan 10 profesional muda berpotensi menjadi calon menteri Presiden Joko Widodo.

Sepuluh nama politikus yang berpotensi menjadi menteri secara berurutan adalah; Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (70,06), Ketum PSI Grace Natalie (68,62), Wakil Gubernur Jateng dan politisi PPP Taj Yasin Maimoen (68,51), Ketum PKPI Diaz Hendropriyono (64,36), Wasekjen PKB Lukmanul Hakim (61,11).

Selanjutnya, putra Ketum NasDem Surya Paloh, Prananda Paloh (60,91), politikus Hanura Arwani Syaerozi (58,78), putra politikus senior PAN Amien Rais, Hanafi Rais (56,76), keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (54,54), dan putri Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Angela Herliani Tanoesoedibjo (52,54).

Sepuluh nama profesional muda yang berpotensi menjadi menteri adalah Emil Dardak (79,66), Nadiem Makarim (78,88), Achmad Zaky (73,76), Witjaksono (71,78), Inayah Wahid (70,58), Dian Sastrowardoyo (70,36), Ferry Unadi (68,28), Gibran Rakabuming Raka (65,34), Wiliam Tanuwijaya (64,12), dan Sunanto (59,80). [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini