Vicky Prasetyo dan hasrat politiknya menjadi wali kota Bekasi

Senin, 19 Juni 2017 07:20 Reporter : Iqbal Fadil
Vicky Prasetyo ditahan. ©2013 Merdeka.com/adi nugroho

Merdeka.com - Vicky Prasetyo alias Hendriyanto, pria yang terkenal gara-gara pertunangannya yang batal dengan penyanyi dangdut Zaskia Gotik kembali menjajal peruntungan di dunia politik. Dia mengincar kursi wali kota Bekasi yang pilkadanya akan digelar serentak dengan 170 daerah lain pada 2018 mendatang. Vicky menawarkan program cinta dan kasih sayang karena Indonesia saat ini mengalami konflik moralitas berkepanjangan.

Sabtu (17/6) lalu, dikawal voorijder, dia datang menjelang buka puasa ke kantor DPD PAN di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Vicky datang hanya ditemani oleh asistennya. Dia berdalih, terpaksa menyewa pengawal karena memburu waktu agar tiba tepat waktu di kantor DPD PAN tersebut dari lokasi syuting.

"Tadi lagi syuting, minta izin sebentar ke Bekasi untuk mengambil formulir pendaftaran ke DPD PAN Kota Bekasi," kata Vicky.

Apa penjelasan Vicky soal keinginannya menjadi wali kota Bekasi?

"Saya lahir di Bekasi, dibesarkan di bumi ini, kebetulan berdomisili di Bekasi, itu adalah sebuah alasan paling mendasar," kata Vicky di kantor DPD PAN Kota Bekasi, Jalan Siliwangi, Rawalumbu, Sabtu (17/6).

"Saya merasa mempunyai tanggung jawab di sini, di tanah kelahiran saya sendiri," kata Vicky lagi.

Soal memilih kendaraan politik lewat Partai Amanat Nasional, Vicky punya jawaban dengan bahasanya sendiri. "Karena biru, adem seperti lautan, lautan kan memberi makna, memberikan manfaat kepada siapa pun tanpa memberikan pamrih kepada penikmatnya."

Vicky yang pernah mendekam di Lapas Bulak Kapal, Bekasi karena kasus penipuan ini bahkan mengaku mendapatkan dukungan baik dari kalangan artis, tokoh nasional, dan lainnya. Karena itu, Vicky membulatkan tekadnya ikut penjaringan di partai yang didirikan Amien Rais itu.

"Program, cinta dan kasih sayang saja, karena saat ini kalau berbicara tentang pembangunan semua akan berjalan dengan sendirinya," kata Vicky di kantor DPD PAN Kota Bekasi, Jalan Siliwangi, Rawalumbu, Sabtu (17/6).

Jika calon kepala daerah menawarkan program pembangunan, peningkatan kesejahteraan warganya, Vicky punya program anti-mainstream yang dia siapkan. Di mata dia, Indonesia membutuhkan program untuk memperbaiki moralitas bangsa. Dia meyakini, cinta dan kasih sayang merupakan kunci untuk menyelesaikan persoalan itu.

"Cinta dan kasih sayang adalah kunci untuk menjawab polemik diplomasi ini," kata Vicky tanpa menjelaskan diplomasi yang dimaksud.

Namun jika PAN tak memilihnya, Vicky mengaku sudah mempunyai rencana cadangan. Lagi-lagi dia tidak menjelaskan apa rencana cadangannya. "Kita diberikan akal oleh Allah untuk mencari usaha lain," katanya.

Dia tidak takut meski harus bersaing dengan anggota DPR yang juga mantan artis Lucky Hakim yang juga dikabarkan akan maju di pilkada Kota Bekasi. "Pasti nanti ada ketentuan, mana yang paling terbaik semua keputusan ditentuin partai. Hari ini sifatnya hanya mengambil formulir," katanya.

Hasrat berpolitik Vicky bisa dilacak saat dia mengikuti pemilihan kepala desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada September 2012. Dia bersaing dengan sembilan calon lainnya. Vicky alias Hendriyanto, menggunakan lambang buah nanas. Namun, dia akhirnya kalah dengan perolehan 2.869 suara. Yang paling dikenang dari pilkades itu adalah pidato fenomenal Vicky dengan kosakata ajaibnya dicampur bahasa Inggris yang kemudian viral di media sosial dan ditonton jutaan orang.

[bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Bekasi
  2. Vicky Prasetyo
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.